Wall Street Jatuh Terseret Penurunan Saham Energi

Rabu, 04 Mei 2016 - 08:56 WIB
Wall Street Jatuh Terseret...
Wall Street Jatuh Terseret Penurunan Saham Energi
A A A
JAKARTA - Indeks saham Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir melemah setelah data ekonomi China menunjukkan pelemahan dan Eropa masih dilanda kekhawatiran tentang propek pertumbuhan global. Sementara harga minyak dunia terus mengalami penurunan sejak awal pekan kemarin untuk menyeret saham energi.

Dilansir Reuters, Rabu (4/5/2016) pasar saham AS jatuh, meski Apple (AAPL.O) tercatat mengalami kenaikan 1,6% menjadi USD95,18, untuk menunjukkan kebangkitan usai mencetak kerugian dalam delapan sesi secara beruntun. Di sisi lain aktivitas pabrik-pabrik di China juga mengalami penyusutan selama 14 bulan ketiga permintaan stagnan.

Output manufaktur Inggris Raya juga menunjukkan pelemahan ke level terendah dalam tiga tahun terakhir. Sedangkan harga minyak AS masih melemah 2,5% saat produksi produsen minyak asal Timur Tengah terus meningkat sehingga menimbulkan kecemasan soal pasokan global. Hal ini membuat indeks energi S&P (.SPNY), jatuh 2,2% menyebabkan penurunan pada indeks patokan.

Meski begitu pemulihan harga minyak mentah sempat membantu S & P 500 dari penurunan curam sejak awal tahun. "Kami punya reli yang bagus kemarin dan pada dasarnya masih akan mencoba hari ini. Pasar terjebak dalam penilaian ekuitas AS dan berita yang tidak selalu memberikan efek positif," terang Kepala Investasi Strategi Janney Montgomery, Mark Luschini.

Tercatat Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 140,25 poin atau 0,785 ke level 17.750,91 dan indeks S & P 500 (.SPX) kehilangan 18,06 poin atau 0,87% ke posisi 2.063,37. Sementara komposit Nasdaq (.IXIC) turun 54,37 poin atau 1,13% ke level 4.763,22.

Saham produsen mobil mayoritas mengalami pelemahan di tengah harapan penjualan untuk April bakal meningkat. Saham Ford (F.N) turun 1,4% menjadi USD13.43. Selain Apple, beberapa perusahaan kesehatan juga mencatat perbaikan yakni Pfizer (PFE.N) naik 2,7% di posisi USD33.70 setelah melaporkan kenaikan pendapatan kuartalan.

Sekitar 7,8 miliar saham bergerak pada perdagangan saham AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 7,1 juta selama 20 sesi perdagangan, menurut data Thomson Reuters.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
49 menit yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
1 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
2 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
3 jam yang lalu
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
3 jam yang lalu
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
5 jam yang lalu
Infografis
25 Drone Kamikaze yang...
25 Drone Kamikaze yang Dioperasikan India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved