Rizal Ramli: Negara Tak Bisa Diatur Pengembang Soal Reklamasi

Rabu, 04 Mei 2016 - 09:58 WIB
Rizal Ramli: Negara...
Rizal Ramli: Negara Tak Bisa Diatur Pengembang Soal Reklamasi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau reklamasi sejatinya hal yang biasa di seluruh dunia. Hanya saja, Rizal menekankan bahwa negara tidak bisa diatur oleh pengembang terkait reklamasi yang dilakukan di 17 pulau di Pantai Utara, Jakarta.

(Baca Juga: Pasca Disetop, Rizal Ramli Datangi Langsung Lokasi Reklamasi)

‎Dia menegaskan, pengembang harus mematuhi aturan dibuat negara untuk melaksanakan kegiatan reklamasi di wilayah pesisir Jakarta. Selain itu, risiko terhadap lingkungan hidup, kemungkinan banjir, dan risiko terhadap jalur lalu lintas laut juga harus diperhatikan.

"‎Tidak bagus kalau reklamasi di-drive atau dikendalikan swsta. Swasta yang mengatur musti begini, rancangan sudah ada," katanya di Pulau D Pantai Utara, Jakarta, Rabu (4/5/2016).

Selain itu, sambung mantan Menko bidang Perekonomian ini, kegiatan reklamasi juga harus mengandung tiga kepentingan di antaranya kepentingan negara, kepentingan rakyat, dan kepentingan bisnis. Dia juga meminta agar dampak terhadap ‎lingkungan harus diminimalisir, risiko terhadap banjir harus dikurangi, dan aspek penerimaan negara harus dipenuhi.

"‎Tugas kami bagaimana ketiga kepentingan itu bisa dioptimalkan. Tetapi harus didrive negara. Negara yang tentukan apa aturannya, UU dan semua harus dilaksanakan pengembang. Kalau tidak, mau jadi apa negara kita kalau diatur swasta, swasta bikin aturan sendiri, dia bikin aturan seenaknya. Negara yang atur kita enforce‎," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Luhut Binsar Pandjaitan:...
Luhut Binsar Pandjaitan: Rizal Ramli Teman Baik Saya
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
54 menit yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
1 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
1 jam yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
2 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
2 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved