Wall Street Berakhir Melemah Terbebani Data Ketenagakerjaan

Kamis, 05 Mei 2016 - 10:24 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Melemah Terbebani Data Ketenagakerjaan
A A A
NEW YORK - Indeks saham Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir melemah terbebani data ketenagakerjaan pada sektor swasta dan menyusutnya beberapa saham teknologi. Indeks Nasdaq biotek tercatat merosot 2,9% sepanjang sesi ketujuh dan mencetak kerugian pada sesi terakhir.

Dilansir Reuters, Kamis (5/5/2016) laporan ADP (Automated Data Processing) untuk ketenagakerjaan jatuh ke titik terendah dalam tiga tahun terakhir. Beberapa perusahaan AS menambahkan 156.000 lapangan pekerjaan pada April, sekitar 40.000 lebih rendah dari yang diperkirakan para analis, dan turun dari 194.000 pada Maret, kata kelompok layanan pembayaran gaji (payrolls) ADP.

Sementara harga minyak yang sempat pulih membantu saham AS reli setelah mencetak kerugian tajam di awal tahun. Tercatat indeks S & P 500 mengalami kenaikan 0,3% sejak 31 Desember. "Pasar bergerak menyerap pada akhir Februari dan ini mungkin mungkin sebuah titik untuk mengkonsolidasikan. Saya harap akan ada lenajutan untuk jangka pendek," ucap Ahli Strategi Bolton Global Asset Management, Bruce Zaro.

"Anda melihat orang-orang mengambil langkah menghindari eksposur risiko guna mempersiapkan diri untuk kemungkinan skenario terburuk pada Jumat," kata Direktur Perdagangan Ekuitas di Wedbush Securities, Michael James.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 99,65 poin atau 0,56% ke level 17.651,26. Indeks berbasis luas S&P 500 kehilangan 12,25 poin atau 0,59% menjadi 2.051,12, sementara indeks komposit Nasdaq melemah dengan penurunan 37,58 poin atau 0,79% ke level 4.725,64.

Beberapa saham yang mengalami penurunan yakni saham Priceline jatuh 7,5% menjadi USD1.253,04 untuk menyeret S & P dan Nasdaq. Perusahaan jasa perjalanan online ini jatuh jauh dari prediksi sebelumnya. Sebuah survei ekonomi Reuters menunjukkan nonfarm payrolls kemungkinan naik 202.000 di April setelah. 215.000 pada bulan Maret. Tingkat pengangguran diperkirakan akan terus tertahan pada posisi 5%.

Sekitar 7,7 miliar saham bergerak pada perdagangan pasar saham AS kemarin waktu setempat, di atas rata-rata harian 7,2 miliar selama 20 sesi berdasarkan data Thomson Reuters.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Trump Ogah Terlibat...
Trump Ogah Terlibat Rekonstruksi Ukraina setelah Perang Berakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved