Tebusan Tax Amnesty Terlalu Rendah Bikin Negara Tekor

Senin, 09 Mei 2016 - 17:56 WIB
Tebusan Tax Amnesty...
Tebusan Tax Amnesty Terlalu Rendah Bikin Negara Tekor
A A A
JAKARTA - Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) menilai tarif tebusan pengampunan pajak (tax amnesty) yang terlalu rendah oleh pemerintah akan membuat negara tekor. Saat ini, tarif tebusan yang direncanakan pemerintah untuk repatriasi dana dari tax amnesty hanya 1-2%.

Direktur Eksekutif CITA, Yustinus Prastowo mengatakan, selama ini negara yang memberlakukan tax amnesty memberikan tarif tebusan sebesar 5-10%. Karena itu, dia meminta agar pemerintah mempertimbangkan tarif serupa agar negara tidak dirugikan.

"Di antara semua negara yang menerapkan tax amnesty rata-rata 5-10%. Indonesia ketika mempropose 1-2% kita pertanyakan, dari mana justifikasi itu. Persoalan nantinya (ke depan) akan ada problem keadilan," ujarnya, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (9/5/2016).

Dia menjelaskan, dana repatriasi yang masuk ke Indonesia akan dimasukkan ke instrumen pemerintah seperti Surat Utang Negara (SUN) yang memiliki bunga tinggi. Jika pemerintah menerapkan tarif tebusan yang rendah, maka pengeluaran negara akan bertambah untuk membayar bunga tersebut.

Menurutnya, pemerintah juga bisa menerapkan tarif bervariasi untuk tax amnesty. Asalkan, tarifnya tidak serendah yang diusulkan saat ini.

"Kalau imbal hasilnya SUN, bisa bayangkan berapa kita kasih interest rate-nya. Kalau tarif repatriasi 1-2%, SUN di atas itu untung, artinya negara tekor. Bukan mendapat penerimaan malah membayar bunga," terangnya.

Sementara terkait nama-nama pengusaha Indonesia yang ada dalam Panama Papers, Yustinus mengimbau agar hal tersebut dapat menjadi momentum untuk memberikan sanksi bagi mereka yang benar-benar mengemplang pajak. "Jangan sampai negara tidak memberikan punishment melakukan praktik penghindaran pajak," tandas Yustinus.‎
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Ekonom Beberkan Sektor-sektor...
Ekonom Beberkan Sektor-sektor yang Diuntungkan dengan Pengampunan Pajak Jilid II
Berita Terkini
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
15 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
3 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
4 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved