Kadin Desak Pemerintah Realisasikan Holding BUMN Energi

Selasa, 10 Mei 2016 - 09:49 WIB
Kadin Desak Pemerintah...
Kadin Desak Pemerintah Realisasikan Holding BUMN Energi
A A A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendesak pemerintah agar segera merealisasikan pembentukan holding BUMN energi, daripada fokus melebur PT Pertagas ke PT Perusahaan Gasa Negara Tbk (PGN).

Pasalnya, holding tersebut sangat dibutuhkan, agar paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa berjalan, terutama yang berkaitan dengan energi.

"Saat ini paket kebijakan ekonomi tidak bisa berjalan karena tidak ada yang menjadi moderator. Makanya, holding BUMN energi sangat mendesak dan kalau bisa setelah 17 Agustus semua sudah harus tuntas," kata Wakil Ketua Komite Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia Achmad Widjaya dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Menurutnya, terdapat tiga paket yang harus diprioritaskan dalam paket kebijakan ekonomi tersebut, yaitu terkait refinery, energi terbarukan, dan konvesi gas pada kendaraan bermotor. Semua prioritas tersebut, masih menunggu siapa yang akan menjadi moderator. "Sehingga kalau holding tertunda, maka akan menghambat paket kebijakan ekonomi tersebut," ujarnya.

Salah satu akibat tertundanya pelaksanaan paket kebijakan ekonomi adalah harga gas yang masih tinggi, baik untuk industri maupun rumah tangga. Masih tingginya harga gas, karena kebijakan harga seperti yang digarisbawahi dalam paket ekonomi tersebut, juga tidak bisa dilaksanakan.

Widjaya menambahkan, holding memang membuat Pertamina sebagai induk menjadi lebih efisien. Efisiensi terjadi antara lain karena holding akan menghilangkan tumpang tindih antara Pertagas dan PGN, seperti yang selama ini terjadi. "Tanpa holding, maka pipanisasi di Indonesia akan tumpang tindih. Karena, BUMN-nya saja tumpang tindih," kata dia.

Dia mengatakan, PGN saat ini adalah investor yang harus mencari keuntungan, sehingga harga gas menjadi tinggi. "Nah, di dalam paket holding BUMN itulah harus ditegaskan mengenai satu pintu kebijakan," imbuhnya.

Keberadaan Holding BUMN Energi, memang akan mampu menyatukan persepsi kebijakan yang diterapkan dari hulu sampai hilir. Hal ini akan berbeda dengan saat ini, di mana kebijakan terkait upstream dan downstream, masing-masing berjalan sendiri.

"Dengan adanya holding, akan jelas arah kebijakan energi. Ini penting, terlebih saat ini investor-investor hulu sedang 'kabur' karena harga minyak turun," tandas Widjaya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Hanya Swasta, Vaksinasi...
Tak Hanya Swasta, Vaksinasi Gotong Royong juga Menyasar Karyawan BUMN
Menteri BUMN dan Ketum...
Menteri BUMN dan Ketum Kadin Indonesia Tinjau Vaksinasi di Kampus Unpab Medan
Dorong UMK Naik Kelas,...
Dorong UMK Naik Kelas, Ini Langkah BUMN Surveyor Indonesia dan Kadin
Gandeng Kadin, Vaksinasi...
Gandeng Kadin, Vaksinasi Mandiri Ditargetkan untuk 10 Juta Orang
Sambut Gelaran Munas...
Sambut Gelaran Munas Kadin, Kendari Siap Perketat Prokes
Vaksin Sinopharm Kembali...
Vaksin Sinopharm Kembali Mendarat di Bandara Soetta, Hasil Keroyokan BUMN dan Kadin
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
23 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
35 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
59 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved