Rizal Ramli Mengaku Malu dengan Malaysia

Rabu, 11 Mei 2016 - 18:00 WIB
Rizal Ramli Mengaku...
Rizal Ramli Mengaku Malu dengan Malaysia
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengaku malu dengan Malaysia, lantaran saat berkunjung ke Negeri Jiran, dirinya mendapati kenyataan Malaysia sukses membangun industri petrokimia yang besar dan maju.

Rizal menyebut sebagai negara yang kaya sumber alam, seharusnya Indonesia bisa lebih hebat dari negara ASEAN lainnya. Sayangnya, paradigma pengelolaan SDA Indonesia masih sedot-ekspor, tidak berpikir membangun industri pendukung (downstream industry).

“Sehingga nilai tambahnya enggak ada. Contoh ikan, sedot ikannya terus ekspor. Tidak dibangun industri perikanannya. Negara tetangga kita yang enggak punya ikan cukup banyak, industri perikanannya malah lebih besar dari Indonesia. Dan di gas juga sedot terus ekspor," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Dia mengisahkan, pada 1970-an orang-orang dari Malaysia berbondong-bondong datang dan belajar di perguruan tinggi di Tanah Air. Kala itu, mereka sangat jauh tertinggal dari Indonesia. Bahkan, PT Pertamina (Persero) saat itu sudah tumbuh menjadi perusahaan raksasa, sementara Petronas baru saja mau dibangun.

"‎Tapi mereka belajar dari kita, akhirnya Petronas jauh lebih hebat dari Pertamina. Industri petrokimia berkembang pesat, padahal ironinya gas yang dipakai Malaysia itu 40% dari kita," imbuh dia.

(Baca: Rizal Ramli: Terlalu Cetek Blok Masela Hanya Soal Darat-Laut)

Setelah industri petrokimia mereka berproduksi, sambung mantan Kepala Bulog ini, produknya mereka ekspor kembali ke Indonesia. Saat ini, impor produk petrokimia Indonesia dari Negeri Jiran sekitar USD12 miliar hingga USD14 miliar.

"Kalau hanya sekadar jual gas, kita rugi. Sama dengan Taiwan pemain industri petrokimia ketiga di dunia. Enggak ada gasnya. Gasnya dari kita tapi dia ubah jadi bahan plastik dan macam-macam," tuturnya.

Karena itu, tambah Rizal, Indonesia jangan lagi menggunakan paradigma lama dalam pengelolaan Blok Masela, Maluku. Karena, jika hanya sedot dan ekspor maka yang diperoleh Indonesia per tahunnya hanya sekitar USD2,5 miliar.

Tapi kalau membangun industri pupuk, industri petrokimia maka Indonesia mendapatkan dana langsung USD6,5 miliar. Dan ini bisa memberi multiplier effect seperti pembangunan hotel dan transportasi. Sehingga bisa menjadi Kota Balikpapan baru yang bisa memperoleh USD8 miliar.

“Jadi pilihannya sederhana. Jalan cepat, sedot ekspor. Jalan agak ribet sedikit, kita bangun integrated industry, kita kembangkan nilainya dan dapat USD8 miliar," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Pesan Luhut, Seluruh...
Pesan Luhut, Seluruh Elemen Bangsa Harus Mencari Solusi Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
39 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved