Hippi: Paket Kebijakan Ekonomi Sulit Dicerna UMKM

Sabtu, 14 Mei 2016 - 12:11 WIB
Hippi: Paket Kebijakan...
Hippi: Paket Kebijakan Ekonomi Sulit Dicerna UMKM
A A A
JAKARTA - Para pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) mengkritisi paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid I-XII yang terlalu panjang dan tidak bisa dipahami terutama sektor UMKM yang selama ini salah satu faktor utama penggerak ekonomi.

Pengusaha menilai, yang dianggap konkret dalam implementasinya justru malah membebani kalangan pengusaha, misalnya soal perpajakan. "Paket kebijakan (ekonomi) itu terlalu panjang, bahkan bisnis yang katanya di-support pemerintah seperti UMKM dan ekonomi kreatif, tetap ada masalah. Karena kebijakan pemerintah kurang mendukung pengusaha," tegas Ketua Umum Hippi Suryani Motik di Sosijak cafe Jakarta, Sabtu (14/5/2016).

Salah satu hal yang sangat dikritisi Hippi adalah soal suku bunga perbankan yang diminta pemerintah untuk mencapai single sigit. Sementara, para pengusaha yang tergabung dalam Hippi, rata-rata kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang untuk mendapat kucuran kredit single digit saja masih kesusahan.

Bahkan terkait suku bunga ini, Suryani juga minta ke pemerintah agar mau mengatur secara detail peran bank-bank BUMN. Selama ini, di mata Hippi bank BUMN masih berperilaku sama seperti bank swasta dengan menerapkan suku bunga tinggi.

"Padahal mereka itu bank pemerintah. Mestinya bisa berperan sebagai agent of development. Tapi saat ini tidak memfungsikan sebagai agen pembangunan," kata Suryani.

Saat ini, anggota Hippi yang rata-rata UKM mendapat suku bunga dari perbankan sebesar 15%-16%. Namun, ketika mereka mengakses pendanaan dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR), bisa mendapat suku bunga lebih dari 20%.

Dalam upaya menyuarakan sektor UMKM, Hippi yang sudah berdiri sejak 1975 akan melakukan Musyawarah Nasional pada 15-16 Mei 2016. Salah satu agenda utama adalah pemilihan Ketua Umum DPP Hippi periode 2016-2021. Sebelumnya, telah ditetapkan dua pasang calon Ketua Umum oleh Steering Commite (SC) Munas Hippi yaitu Suryani Motik dan Reiner L Tobing.

Erik Hidayat selaku Ketua OC Munas VII Hippi menyampaikan bahwa harapan dalam Munas kali ini adalah terbentuknya konsep yang ter-kristal dengan jelas terhadap organisasi, yang mampu menguatkan konsep dagang para pengusaha Indonesia yang mandiri, berdaya saing dan berkarakter.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan PPKM Bakal...
Kebijakan PPKM Bakal Berdampak pada Ekonomi Nasional
Mitra Strategis Pemprov...
Mitra Strategis Pemprov DKI, HIPPI Jakarta Kembangkan UMKM Wujudkan Pusat Ekonomi Global
Siap-siap! Pengusaha...
Siap-siap! Pengusaha Atur Siasat Soal Rencana Kebijakan Cuti Hamil 6 Bulan
Pengusaha Dorong Pembentukan...
Pengusaha Dorong Pembentukan Komite Percepatan Pemulihan Perekonomian Nasional
Majukan Ekonomi Rakyat,...
Majukan Ekonomi Rakyat, Prabowo Diyakini Utamakan UMKM dan Pengusaha Pribumi
Dunia Usaha Berharap...
Dunia Usaha Berharap Riza Patria Tancap Gas Bantu Anies Hadapi Covid-19
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved