Penjualan Properti Sepi, Saling Take Over Pengembang Terjadi

Senin, 16 Mei 2016 - 23:02 WIB
Penjualan Properti Sepi,...
Penjualan Properti Sepi, Saling Take Over Pengembang Terjadi
A A A
YOGYAKARTA - Melemahnya kondisi perekonomian Indonesia belakangan ini berpengaruh terhadap iklim bisnis properti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Akibat penurunan ekonomi ini, penjualan unit perumahan dari para pengembang yang tergabung dalam organisasi Real Estate Indonesia (REI) mengalami penurunan.

Akibatnya, sejumlah anggota REI memilih menjual unit mereka kepada pengembang lain yang notabene banyak yang berasal dari luar organisasi REI.

Salah satu pengurus REI Yogyakarta, Ilham Muhammad Nur mengakui pada triwulan pertama tahun ini tren penjualan perumahan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dia mencatat, akibat perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini, transaksi penjualan properti anggota REI Yogyakarta mengalami penurunan setidaknya hingga 50%. Kondisi ini jelas memperburuk kinerja mereka yang juga bergantung pada suplai dana dari pihak ketiga.

"Kami sebagian besar membiaya proyek perumahan menggunakan modal pinjaman. Sehingga kami menanggung beban yang masih besar," ujarnya, Senin (16/5/2016).

Beberapa skenario telah diterapkan anggota REI untuk mempertahankan operasional perusahaan mereka. Alternatif penyelamatan yang mereka lakukan di antaranya dengan menjual stok rumah mereka kepada pengembang lain atau dengan kata lain di-take over. Dia mencatat, setidaknya ada 20% anggota REI yang menjual stok rumah mereka ke pengembang lain yang berasal di luar keanggotaan REI.

Skenario lain yang dilakukan oleh anggota REI adalah dengan Joint Operation. Meski cara ini banyak dilakukan oleh anggota REI di luar DIY, tetapi skenario ini juga bisa menjadi alternatif menyelamatkan perusahaan. Melalui langkah ini, para pengembang yang masih memiliki stok menggandeng pihak lain yang memiliki modal cukup besar. Keuntungan yang diterima nanti secara otomatis akan dibagi sesuai dengan perjanjian awal.

Cara lain yang biasa ditempuh pengembang adalah dengan memperbesar portofoliao di bank. Hal ini terpaksa ditempuh meskipun risikonya membuat margin atau keuntungan pengembang akan semakin berkurang. Kendati keuntungan berkurang, tetapi pilihan pahit tersebut tetap dilakukan agar pengembang tidak banyak menanggung rugi akibat harga properti selalu naik dari tahun ke tahun.

"Tetapi di satu sisi itu keunggulan bisnis properti, karena bisa dipertahankan pada harga yang tinggi,"ujarnya.

Beberapa kebijakan memang masih menghambat laju perkembangan iklim bisnis properti. Kendati pemerintah sudah membuat kebijakan stimulus kepada pengembang, tetapi pada umumnya belum dilaksanakan di daerah.

Pengembang perlu stimulus untuk meningkatkan bisnis mereka di antaranya adalah dengan memberikan kemudahan perihal perizinan. Di samping itu, dia berharap kalangan perbankan juga menurunkan suku bunga seperti yang diinginkan oleh pemerintah.

Di sisi lain, pengembang perumahan di bawah Rp500 juta, Direktur Pengembang PT Panji Adi Properti, Sugiyatno mengaku justru mendapat dampak positif dari perlambatan ekonomi saat ini. Karena masyarakat lebih memilih membeli rumah di bawah harga Rp500 juta. Terbukti dia mampu menjual semua unit dari tiga lokasi perumahan yang dibangunnya.

"Karena ekonomi menurun, masyarakat cenderung memilih rumah dengan harga terjangkau," ungkapnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Geliatkan Industri,...
Geliatkan Industri, 1.000 Properti Akan Diluncurkan Serentak di 23 Kota se-Indonesia
Perkuat Modal Ekspansi...
Perkuat Modal Ekspansi Properti, Graha Agung Kencana Gandeng Salvatore Financial
7 Alasan Kenapa Harus...
7 Alasan Kenapa Harus Memilih Investasi Properti
Berita Terkini
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
3 jam yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
4 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
5 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
15 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved