Ini Penyebab Pegawai Pajak Banyak di Indonesia

Selasa, 24 Mei 2016 - 01:21 WIB
Ini Penyebab Pegawai...
Ini Penyebab Pegawai Pajak Banyak di Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Bambang Permadi Brodjonegoro mengungkapkan alasan mengapa pegawai pajak banyak di Indonesia. Aku dia, banyaknya pegawai pajak di negeri ini karena ketidaklengkapan data pelaku pajak.

Bukan rahasia lagi, selama ini penerimaan negara dari pajak terhambat di urusan data dan teknologi informasi (IT). Banyaknya pegawai pajak tersebut untuk mencari data wajib pajak yang belum terjamah oleh pemerintah.

"Kita butuh pegawai pajak banyak karena data enggak lengkap. Kita enggak bisa akses rekening orang satu persatu. Makanya kita perbanyak orang IT dipajak untuk mencari WP-WP yang belum terjamah sama pemerintah," kata Bambang di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Selain itu, tax based Indonesia, diakui Bambang banyak yang profit shifting (mengalihkan keuntungan) ke negara lain, yang seharusnya masuk ke Indonesia. Mereka yang menaruh profitnya diluar negeri dipastikan namanya belum ada di data pajak Indonesia.

"Kalau data tax based kita lengkap dan besar, kita enggak butuh pegawai pajak banyak. Karena mereka yang profitnya di-shifting ke luar negeri balik semua," katanya.

(Baca: Pemerintah Telah Miliki 6.519 Data WNI yang Taruh Uang di LN)

Maka itu, pemerintah, akunya, membuat terobosan dengan ikut dalam keterbukaan informasi pajak yang bernama Automatic Exchange of Information (AEoI) yang tanpa melanggar UU Devisa dan kerahasiaan bank yang bisa membesarkan database.

"Dan data itu riil. Ada yang last name-nya sama, semua dari kakek, anak, cucu, cicit, suami, istri sama semua tapi punya account yang berbeda-beda," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Duh, Tiktok Sama Netflik...
Duh, Tiktok Sama Netflik Belum Setor Pajak Nih
Perkuat Sistem Perpajakan,...
Perkuat Sistem Perpajakan, Ditjen Pajak Gandeng LG CNS dan Deloitte Consulting
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp57 Miliar, 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Divonis Hari Ini
Penjelasan Ditjen Pajak...
Penjelasan Ditjen Pajak Soal Pengenaan Bea Meterai Rp10.000
Berita Terkini
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
35 menit yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
1 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
2 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
2 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
3 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved