Wall Street Berakhir Tergelincir Usai Dua Hari Berjaya

Jum'at, 27 Mei 2016 - 09:28 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Tergelincir Usai Dua Hari Berjaya
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir tergelincir, setelah dua hari beruntun mencetak keuntungan. Sepanjang satu pekan terakhir investor terlihat nyaman menanggapi rencana The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) untuk menaikan kembali suku bunga acuannya atau Fed rate di Juni atau Juli.

Sementara ini rencana kenaikan Fed rate di anggap positif untuk memberikan kepastian kepada pelaku pasar dan diyakini mencerminkan peningkatan dalam perekonomian negara. Namun pada perdagangan kemarin bursa saham AS seperti dilansir Reuters, Jumat (27/5/2016) tercatat tertekan penurunan beberapa sektor saham seperti perbankan, material dan aneka industri.

Setelah mencetak kenaikan 2% selama dua sesi sebelumnya, indeks S & P 500 pada perdagangan berakhir mendatar dengan kecenderungan menurun 1,1%. Tercatat Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 23.22 poin atau 0,13% untuk mengakhiri hari di level 17.828,29.

Hal yang sama juga terjadi pada indeks S & P 500 dengan penurunan sebesar 0,44 poin atau 0,02% ke level 2.090,1. Di sisi lain komposit Nasdaq bertambah 6,88 poin atau 0,14% ke posisi 4.901,77. Aksi jual pada saham-saham perbankan, material, dan cyclical industries membuat laju bursa saham AS kembali mengalami pelemahan meski tipis.

Sedangkan jelang libur panjang dimana Senin, masyarakat AS akan merayakan Memorial Day dan jelang penyampaian pidato Yellen yang rencananya Jumat sore waktu setempat, pelaku pasar lebih memilih mengamankan posisi sehingga berimbas pada berkurangnya penguatan bursa saham AS.

Tercatat hanya 5,8 miliar saham yang berpindah tangan pada perdagangan saham AS jauh di bawah rata-rata harian 7,2 miliar selama 20 sesi berdasarkan data Thomson Reuters. Beberapa saham yang naik di antaranya Apple (AAPL.O) melompat 0,79% untuk memberikan dorongan kepada S & P 500, sementara Citigroup (C.N) jatuh 1,77%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
1 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
2 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
2 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
2 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
3 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
3 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved