Bank Indonesia Waspadai Kenaikan NPL Perbankan

Selasa, 31 Mei 2016 - 18:22 WIB
Bank Indonesia Waspadai...
Bank Indonesia Waspadai Kenaikan NPL Perbankan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mewaspadai rasio kenaikan kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang berisiko mengancam ketahanan bank.

Dari faktor eksternal, BI masih mewaspadai berlanjutnya perlambatan ekonomi di emerging market terutama di China, serta masih adanya risiko ketidakpastian kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) atau Fed Rate sehingga dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan.

"Ada juga risiko perlambatan ekonomi negara yang pasarnya tengah berkembang dan tren penurunan harga komoditas," kata Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Yati Kurniati di Jakarta, Selasa (31/5/2016).

Sementara dari sisi domestik, bank sentral menilai perlambatan ekonomi masih berlangsung serta menjelang akhir tahun akan masih ada pelemahan kurs nilai tukar.

Namun demikian, risiko yang perlu diwaspadai saat ini adalah perlambatan penyaluran kredit dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Yati menilai, perlambatan kredit dan DPK akan terus berlanjut.

Dalam hasil Rapat Dewan Gubernur menyampaikan, bahwa pertumbuhan DPK pada Maret 2016 tercatat sebesar 6,4% (yoy), menurun dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,9% (yoy).

Sementara pertumbuhan kredit tercatat sebesar 8,7% (yoy), meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya 8,2% (yoy). Sedangkan rasio NPL berada di kisaran 2,8% (gross) atau 1,4% (net).

Meski angka NPL tersebut masih di-range Bank Indonesia, namun dia mengatakan, hal ini perlu terus diwaspadai agar tidak semakin meningkat. Apalagi, lanjut Yati, jikalau kenaikan NPL sudah mendekati level 5% maka sudah berada di zona lampu kuning.

"Yang perlu diwaspadai kalau mendekati 5% ya lampu kuningnya sudah tebal. Karena ada hubungan antara perlambatan kredit dan risiko kredit meningkat," papar dia.

Disisi lain, Bank Indonesia juga mencatat, NPL di sektor minyak dan gas ataupun pertambangan masih menunjukkan peningkatan.

Meski demikian, BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mengantisipasi agar bisa melakukan pengawasan yang lebih baik dan memberikan supervisory untuk menghadapi risiko tersebut. "Maka dari itu kami meminta perbankan berhati-hati menyalurkan kredit ke sektor tersebut," katanya.

Dari sisi institusi keuangan, ketahanan industri perbankan terpantau masih kuat menyerap risiko kredit, pasar, dan likuiditas. BI juga mencatat rasio likuiditas perbankan menunjukan perbaikan yang tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 21,8%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Perusahaan...
BI Ungkap Perusahaan Terus Tingkatkan Utangnya ke Bank
BI Prediksi Pertumbuhan...
BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Sisa 2024 Tetap Berada di Kisaran 10-12 Persen
Penyaluran Kredit Bank...
Penyaluran Kredit Bank Naik di Agustus 2023, BI Ungkap Penyebabnya
Penurunan Bunga Kredit...
Penurunan Bunga Kredit Bank Lamban, BI Bersiap Lakukan Ini
BI Ungkap Banyak Rumah...
BI Ungkap Banyak Rumah Tangga Ogah Tambah Utang dari Bank
Permintaan Utang Bank...
Permintaan Utang Bank Masih Loyo, Bos BI Beberkan Alasannya
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved