IHSG Diperkirakan Tertekan hingga Level 4.785
Rabu, 01 Juni 2016 - 08:31 WIB
IHSG Diperkirakan Tertekan hingga Level 4.785
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak cenderung tertekan dengan range pergerakan 4.785-4.850.
Lanjar mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG membentuk pola candlestick bellow the stomach dengan false break MA50. "Indikasi diperburuk dengan signal dead-cross indikator stochastic dan bearish reversal momentum dari RSI setelah pulled back pada upper bollinger bands. Dari sisi teknis pergerakan IHSG cenderung masuk pada pase distribusi," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/6/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya investor masih akan menunggu tingkat penghasilan dan kemampuan konsumen di AS, tingkat kinerja sektor manufaktur dan sektor jasa di China serta Eropa dengan ekspektasi melambat.
Sementara, dari dalam negeri akan ada tingkat inflasi Indonesia dengan perkiraan di level 3,29% secara YoY dan 0,18% secara MoM.
IHSG kemarin bergerak cenderung terkoreksi sejak awal sesi diakhir Mei ditutup turun 39,16 poin atau 0,81% di level 4.796,87 dengan volume yang cenderung moderate.
Seluruh sektor mengalami phase distribusi diakhir bulan kecuali sektor infrastruktur yang masih mampu bertahan pada zona positif. Di mana, sebelumnya justru mengalami koreksi lebih dulu.
Aksi jual investor domestik terlihat lebih mendominasi, tercatat aksi beli bersih investor asing sebesar Rp379,14 miliar sehingga dapat mendiskon total capital outflow yang pada Mei 2016 hingga Rp272,28 miliar.
"Level tersebut cukup baik jika melihat total capital outflow pada periode sama di 2015 sebesar Rp2,67 triliun. Penguatan mayoritas investor asing membawa dampak positif pada aksi pembelian investor asing akhir bulan meskipun adanya aksi profit taking oleh investor domestik," pungkasnya.
Lanjar mengatakan, secara teknikal pergerakan IHSG membentuk pola candlestick bellow the stomach dengan false break MA50. "Indikasi diperburuk dengan signal dead-cross indikator stochastic dan bearish reversal momentum dari RSI setelah pulled back pada upper bollinger bands. Dari sisi teknis pergerakan IHSG cenderung masuk pada pase distribusi," ujarnya di Jakarta, Rabu (1/6/2016).
Dia menjelaskan, sentimen selanjutnya investor masih akan menunggu tingkat penghasilan dan kemampuan konsumen di AS, tingkat kinerja sektor manufaktur dan sektor jasa di China serta Eropa dengan ekspektasi melambat.
Sementara, dari dalam negeri akan ada tingkat inflasi Indonesia dengan perkiraan di level 3,29% secara YoY dan 0,18% secara MoM.
IHSG kemarin bergerak cenderung terkoreksi sejak awal sesi diakhir Mei ditutup turun 39,16 poin atau 0,81% di level 4.796,87 dengan volume yang cenderung moderate.
Seluruh sektor mengalami phase distribusi diakhir bulan kecuali sektor infrastruktur yang masih mampu bertahan pada zona positif. Di mana, sebelumnya justru mengalami koreksi lebih dulu.
Aksi jual investor domestik terlihat lebih mendominasi, tercatat aksi beli bersih investor asing sebesar Rp379,14 miliar sehingga dapat mendiskon total capital outflow yang pada Mei 2016 hingga Rp272,28 miliar.
"Level tersebut cukup baik jika melihat total capital outflow pada periode sama di 2015 sebesar Rp2,67 triliun. Penguatan mayoritas investor asing membawa dampak positif pada aksi pembelian investor asing akhir bulan meskipun adanya aksi profit taking oleh investor domestik," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :