Yen Bangkit, Rupiah Dibuka Malah Makin Terkapar

Rabu, 01 Juni 2016 - 10:05 WIB
Yen Bangkit, Rupiah...
Yen Bangkit, Rupiah Dibuka Malah Makin Terkapar
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal bulan ini dibuka semakin terkapar, bahkan mendekati level Rp16.700/USD. Pelemahan rupiah ini di tengah menguatnya yen terhadap USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka semakin terkapar ke level Rp13.671/USD. Posisi ini tercatat semakin tidak berdaya dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.615/USD.

Menurut data Bloomberg, rupiah dibuka juga memburuk di posisi Rp13.661/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.652-Rp13.680/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah masih tertekan dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.648/USD. Bahkan, pada pukul 10.00 WIB rupiah berdasarkan Bloomberg berada di posisi Rp13.675/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB ada pada level Rp13.654/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan kemarin di level Rp13.652/USD.

Sementara, posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance, pada pukul 09.50 berada di level Rp13.654/USD, atau semakin melemah dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.650/USD.

Dilansir Reuters, Rabu (1/6/2016), USD tercatat berbalik melemah atau mundur dari posisi tertinggi dalam dua bulan terhadap beberapa mata uang utama. Indeks USD mundur dari posisi puncak dalam dua bulan di level 95,895 ke level 95,802.

Belanja konsumen mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari enam tahun pada April, namun kepercayaan konsumen merosot dan survei aktivitas bisnis di AS Midwest juga underwhelmed.

Hasilnya, sedikit jatuh imbal hasil obligasi AS karena investor sedikit menurunkan harapan mereka untuk kenaikan suku bunga yang akan dilakukan oleh Federal Reserve (The Fed) dalam jangka pendek.

Euro terhada USD sedikit berubah pada level 1,1133 pada awal perdagangan, menjaga jarak dari posisi rendah pada Senin di level 1,1097. Sementara, yen juga bangkit kembali ke level 110,60 per USD dari posisi rendah dalam satu bulan di level 111,455.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diperkirakan akan secara resmi mengumumkan penundaan untuk kenaikan pajak penjualan yang diusulkan tahun depan untuk mencegah pukulan ekonomi.

Dolar Australia terhadap USD berada di level 0,7240, setelah dua pekan cukup tinggi di posisi 0,7268 pasca data lokal yang solid pada net ekspor didorong harapan untuk data PDB Januari-Maret yang akan dirilis hari ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
29 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved