IHSG Akhir Pekan Diproyeksi Menguat Tipis
Jum'at, 03 Juni 2016 - 08:18 WIB
IHSG Akhir Pekan Diproyeksi Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Analis First Asia Capital David Sutyanto memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan bergerak konsolidasi dengan potensi menguat tipis pada perdagangan hari ini. IHSG akan bergerak pada rentang 4.800 hingga 4.870.
Dia menuturkan, koreksi yang terjadi kemarin membentuk pola shooting star yang merupakan sinyal pembalikan arah. Namun, masih harus dikonfirmasi dengan candlestick yang terbentuk hari ini. "Pergerakan nlai tukar akan menjadi perhatian pada hari ini," ujarnya di Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Sementara, IHSG kemarin mengalami pelemahan setelah menguat signifikan pada awal Juni. IHSG ditutup turun tipis 6,44 poin atau sekitar 0,13% ke level 4.833,23. Pelemahan terbanyak ditopang oleh sektor aneka industri dan industri dasar.
Adapun sektor mining dan agri mengalami penguatan, yang membuat IHSG hanya terkoreksi tipis. Asing juga masih melakukan pembelian pada sejumlah saham seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).
"Proyeksi Bank Indonesia (BI) terhadap rupiah sebesar Rp13.500-Rp13.800/USD di atas level saat ini, sehingga diproyeksikan akan mendorong permintaan untuk spekulasi terhadap USD," pungkas David.
Dia menuturkan, koreksi yang terjadi kemarin membentuk pola shooting star yang merupakan sinyal pembalikan arah. Namun, masih harus dikonfirmasi dengan candlestick yang terbentuk hari ini. "Pergerakan nlai tukar akan menjadi perhatian pada hari ini," ujarnya di Jakarta, Jumat (3/6/2016).
Sementara, IHSG kemarin mengalami pelemahan setelah menguat signifikan pada awal Juni. IHSG ditutup turun tipis 6,44 poin atau sekitar 0,13% ke level 4.833,23. Pelemahan terbanyak ditopang oleh sektor aneka industri dan industri dasar.
Adapun sektor mining dan agri mengalami penguatan, yang membuat IHSG hanya terkoreksi tipis. Asing juga masih melakukan pembelian pada sejumlah saham seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP).
"Proyeksi Bank Indonesia (BI) terhadap rupiah sebesar Rp13.500-Rp13.800/USD di atas level saat ini, sehingga diproyeksikan akan mendorong permintaan untuk spekulasi terhadap USD," pungkas David.
(izz)
Lihat Juga :