Wall Street Berakhir Melemah Terimbas Penurunan Harga Minyak

Sabtu, 11 Juni 2016 - 10:31 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Melemah Terimbas Penurunan Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melemah, menyusul penurunan harga minyak dan kekhawatiran baru tentang ekonomi global.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (11/6/2016), Indeks Dow Jones industrial average ditutup turun 119,85 poin atau 0,67% ke level 17.865,34, Indeks S&P 500 kehilangan 19,41 poin atau 0,92% ke level 2.096,07 dan Nasdaq Composite turun 64,07 poin atau 1,29% ke level 4.894,55 .

Menjelang referendum Inggris pada 23 Juni, apakah akan tetap bergabung bersama Uni Eropa, jajak pendapat menunjukkan mereka yang mendukung Inggris keluar dari Uni Eropa dan membuat poundsterling Inggris jatuh terhadap USD.

"Ekonomi global melemah dan tidak dapat menangani setiap guncangan besar. Jika Brexit terjadi, itu adalah kejutan besar," kata Adam Sarhan, kepala eksekutif Sarhan Capital di New York.

Indeks S&P 500 berbalik menjauh dari rekor tertinggi. Patokan, yang juga berakhir lebih rendah untuk minggu ini, sekarang 1,6% mendekati rekor di level 2.130,82 rekor pada Mei 2015.

"Karena kita gagal untuk menerobos ke level tertinggi, perhatian semua orang bergeser kembali ke realitas, dan mereka mulai mencari alasan untuk menjual dan mengambil beberapa keuntungan," kata Robert Pavlik, kepala strategi pasar di Boston Private Wealth di New York.

Investor menguatkan untuk pertemuan Federal Reserve pekan depan, meskipun bank sentral AS diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga.

Sektor energi Indeks S&P turun 2% karena harga minyak mentah AS turun 3% menjadi berakhir kembali di bawah USD50 per barel. Untuk pekan ini, S&P 500 turun 0,1% dan Nasdaq kehilangan 1%, namun Dow Jones tetap naik 0,3%.

Beberapa investor saham bertaruh pada kembalinya volatilitas yang menandai dua bulan pertama tahun ini. Memantul-kembali pada harga komoditas yang memicu banyak reli 13,3% dalam indeks S&P 500 dari posisi terendah pada Februari.

Di antara beberapa titik terang Wall Street pada Jumat adalah saham Intel (INTC.O) yang naik 0,3%. Sekitar 6,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, sejalan dengan rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
18 menit yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
41 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
2 jam yang lalu
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
2 jam yang lalu
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
3 jam yang lalu
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
3 jam yang lalu
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved