Saingi Vietnam, Pemerintah Tebar Insentif ke Industri Tekstil

Minggu, 12 Juni 2016 - 18:06 WIB
Saingi Vietnam, Pemerintah...
Saingi Vietnam, Pemerintah Tebar Insentif ke Industri Tekstil
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Tanah Air lewat insentif yang diberikan, agar mampu bersaing dengan negara lain, khususnya Vietnam. Bahkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dikatakan juga mengeluarkan regulasi yang mengatur insentif kepada pengusaha di kawasan industri tekstil

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, pada dasarnya pemerintah ingin memberikan rangsangan kepada pelaku usaha di industri tekstil agar dapat bersaing.

"‎Kalau tidak salah PMK (Peraturan Menteri Keuangan) sudah keluar untuk memberikan insentif kepada kawasan tekstil. Karena kita harus bersaing dengan negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam," katanya di Pasar Cipete, Jakarta, Minggu (12/6/2016).

Menurutnya, industri tekstil di Vietnam sudah sangat maju. Apalagi, negara tersebut memiliki keunggulan lantaran telah menjalin kerja sama perdagangan bebas dengan negara Uni Eropa, serta masuk menjadi salah satu anggota Trans Pacific Partnership (TPP).

"Mereka tidak dikenakan pajak, sehingga begitu ekspor ke negara mereka 0%. Kalau kita dikenakan sekitar 17%. Inilah kenapa produk kita kurang bersaing. Presiden menginginkan agar kita membuka kerja sama dengan UE, TPP, sehingga produk kita bisa masuk dan menjadi pasar yang cukup besar," imbuh dia.

Pemerintah sambung Saleh, juga memberikan insentif fiskal berupa tax holiday dan tax allowance. Dengan rangsangan tersebut, diharapkan industri tekstil Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.

Selain itu, produk tekstil juga tercatat merupakan salah satu penghasil devisa terbesar untuk Indonesia. Sekitar USD13,5 miliar sampai USD14 miliar per tahun devisa yang diperoleh dari industri tersebut.

"‎Tapi Vietnam sudah USD22 miliar sampai USD23 miliar. Jadi kita cukup ketinggalan. Ini yang harus kita kejar. Masa kita kalah dengan yang baru mulai. Kita juga harus kerja sama dengan para pekerja agar industri tekstil bisa maju, sehingga pekerja memperoleh kenikmatan, pengusaha juga mendapat keuntungan yang wajar, dan pedagang juga dapat keuntungan yang wajar juga," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Imbas Covid-19, Industri...
Imbas Covid-19, Industri Tekstil dan Produk Tekstil Minus 1,24%
Satu Abad Industri Tekstil...
Satu Abad Industri Tekstil di Indonesia, Kemenperin Ungkap Sejumlah Tantangan
35 Juta Masker Kain...
35 Juta Masker Kain Diserap dari Industri Tekstil, Kemudian Dibagikan ke Masyarakat
Bagi-bagi Mesin ke IKM...
Bagi-bagi Mesin ke IKM Tekstil Demi Pacu Produksi Saat Pandemi
Angin Segar Bagi Industri...
Angin Segar Bagi Industri TPT, Ada Potongan Harga Mesin Rp1,93 Miliar Bulan Ini
API Minta Pemerintah...
API Minta Pemerintah Ambil Tindakan untuk Pulihkan TPT Nasional
Berita Terkini
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
12 menit yang lalu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
27 menit yang lalu
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
1 jam yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
2 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
2 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved