Bursa Saham Jepang Anjlok, IHSG Ditutup Makin Parah
Senin, 13 Juni 2016 - 16:32 WIB
Bursa Saham Jepang Anjlok, IHSG Ditutup Makin Parah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup semakin tidak berdaya atau berada di jalur merah. IHSG hari ini melemah 40,83 poin atau 0,84% ke level 4.807,23 di tengah anjloknya bursa saham Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 11,81 poin atau 0,24% ke level 4.836,24 dan pada sesi I IHSG melemah 24,38 poin atau 0,50% ke level 4.823,68. Sementara, pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 0,59% atau 28,74 poin ke level 4.848,06.
Dilansir CNBC, Senin (13/6/2016), pasar Asia berakhir melemah tajam menjelang pertemuan bank sentral di Amerika Serikat (AS) dan Jepang pekan ini dan di tengah kegelisahan atas referendum yang akan datang apakah Inggris akan tetap gabung di Uni Eropa.
Di Jepang, Indeks Nikkei N225 anjlok 582,18 poin atau 3,51% ke level 16.019,18, tertelan oleh yen. Saham Toyota, Nissan, Honda dan Sony ditutup turun antara 3,54% dan 4,18%.
Yen menguat terhadap greenback menjelang pertemuan kebijakan Bank of Jepang (BOJ) dua hari mulai 15 Juni. Selain itu, yen dianggap sebagai safe-haven mata uang dan meningkatkan kekhawatiran atas risiko Brexit yang dapat mengarahkan dana ke mata uang.
"BOJ kemungkinan akan menunda penurunan suku bunga dalam pertemuan tersebut, mendukung acara terkoordinasi ketika pemerintah mengeluarkan paket stimulus fiskal di musim gugur," kata Stephen Innes, pedagang valuta asing senior di Oanda Asia Pasifik.
Sementara, di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup ditutup turun 38,57 poin atau 1,91% pada level 1.979,06. Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 2,52% atau 529,65 poin ke level 20.512,99.
Di pasar China berakhir lebih rendah, dengan Indeks Shanghai ditutup turun 94,09 poin, atau 3,21% ke level 2.833,07, dan komposit Shenzhen 91,26 poin atau 4,75% ke level 1,827.35.
Kepercayaan investor cenderung terpukul setelah data resmi yang dirilis sebelumnya pada hari ini menunjukkan pertumbuhan investasi aset China turun menjadi 9,6% pada periode Januari-Mei.
Sektor saham dalam negeri hari ini semuanya berada di zona merah. Sektor dengan pelemahn terdalam adalah sektor perkebunan dan pertambangan yang sama-sama turun 1,57%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,04 triliun dengan 7,78 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp412,14 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,89 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,48 triliun. Tercatat 85 saham menguat, 229 saham melemah dan 96 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp325 menjadi Rp67.900, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp50 menjadi Rp6.100, dan PT Fast Food Indonesia Tbk 9FAST) naik Rp 40 menjadi Rp1.240.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) turun Rp500 menjadi Rp6.600, PT ASahimas Flat Galss Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp6.500, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp150 menjadi Rp39.350.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air melemah 11,81 poin atau 0,24% ke level 4.836,24 dan pada sesi I IHSG melemah 24,38 poin atau 0,50% ke level 4.823,68. Sementara, pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup turun 0,59% atau 28,74 poin ke level 4.848,06.
Dilansir CNBC, Senin (13/6/2016), pasar Asia berakhir melemah tajam menjelang pertemuan bank sentral di Amerika Serikat (AS) dan Jepang pekan ini dan di tengah kegelisahan atas referendum yang akan datang apakah Inggris akan tetap gabung di Uni Eropa.
Di Jepang, Indeks Nikkei N225 anjlok 582,18 poin atau 3,51% ke level 16.019,18, tertelan oleh yen. Saham Toyota, Nissan, Honda dan Sony ditutup turun antara 3,54% dan 4,18%.
Yen menguat terhadap greenback menjelang pertemuan kebijakan Bank of Jepang (BOJ) dua hari mulai 15 Juni. Selain itu, yen dianggap sebagai safe-haven mata uang dan meningkatkan kekhawatiran atas risiko Brexit yang dapat mengarahkan dana ke mata uang.
"BOJ kemungkinan akan menunda penurunan suku bunga dalam pertemuan tersebut, mendukung acara terkoordinasi ketika pemerintah mengeluarkan paket stimulus fiskal di musim gugur," kata Stephen Innes, pedagang valuta asing senior di Oanda Asia Pasifik.
Sementara, di Korea Selatan, Indeks Kospi ditutup ditutup turun 38,57 poin atau 1,91% pada level 1.979,06. Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 2,52% atau 529,65 poin ke level 20.512,99.
Di pasar China berakhir lebih rendah, dengan Indeks Shanghai ditutup turun 94,09 poin, atau 3,21% ke level 2.833,07, dan komposit Shenzhen 91,26 poin atau 4,75% ke level 1,827.35.
Kepercayaan investor cenderung terpukul setelah data resmi yang dirilis sebelumnya pada hari ini menunjukkan pertumbuhan investasi aset China turun menjadi 9,6% pada periode Januari-Mei.
Sektor saham dalam negeri hari ini semuanya berada di zona merah. Sektor dengan pelemahn terdalam adalah sektor perkebunan dan pertambangan yang sama-sama turun 1,57%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,04 triliun dengan 7,78 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp412,14 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,89 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,48 triliun. Tercatat 85 saham menguat, 229 saham melemah dan 96 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp325 menjadi Rp67.900, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp50 menjadi Rp6.100, dan PT Fast Food Indonesia Tbk 9FAST) naik Rp 40 menjadi Rp1.240.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) turun Rp500 menjadi Rp6.600, PT ASahimas Flat Galss Tbk (AMFG) turun Rp200 menjadi Rp6.500, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp150 menjadi Rp39.350.
(izz)
Lihat Juga :