Wall Street Ditutup Melemah Tersengat Sektor Teknologi
Selasa, 14 Juni 2016 - 07:44 WIB
Wall Street Ditutup Melemah Tersengat Sektor Teknologi
A
A
A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup kembali tersandung terseret pelemahan sektor teknologi Microsoft dan Apple. Wall Street juga terpengaruh investor yang bersiap untuk menghadapi peristiwa ekonomi dan politik di Amerika Serikat dan Eropa.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/6/2016), Indeks Dow Jones industrial average ditutup turun 132,86 poin atau 0,74% ke level 17.732,48, Indeks S&P 500 kehilangan 17,01 poin atau 0,81% ke level 2.079,06 dan Nasdaq Composite juga berkurang 46,11 poin atau 0,94% ke level 4.848,44.
Saham Microsoft (MSFT.O) turun 2,6% setelah mengumumkan akan membeli perusahaan jaringan online LinkedIn (LNKD.N) sebesar USD26,2 miliat atau terbesar yang pernah dilakukan perusahaan. Sementara, saham LinkedIn melonjak 46,6%.
Selain itu, saham Apple turun 1,5% karena produsen iPhone ini menggelar konferensi pengembang di San Francisco. Menambah tekanan dari sektor teknologi, dimana saham Facebook (FB.O) turun 2,3%.
Semua sektor Indeks S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor material dan teknologi menjadi sektor dengan penurunan terbesar. Untuk tahun ini, indeks acuan S&P naik 1,7%, namun telah menarik kembali sejak mendekati rekor tinggi pada pekan terakhir.
Federal Reserve (The Fed) akan menggelar pertemuan hari ini dan besok. Sementara pedagang memprediksi bank sentral AS tidak akan menaikkan suku bunga kali ini, mereka akan menunggu petunjuk tentang kapan Fed akan melakukannya.
Data ekonomi AS pekan ini, termasuk penjualan ritel berdasarkan laporan kerja lemah awal bulan ini mengangkat pertanyaan tentang kekuatan ekonomi dan laju kenaikan suku bunga di masa depan.
"Saya pikir pasar gugup tentang suku bunga yang lebih tinggi dan terus terang tentang mungkin ekonomi AS tidak bisa mendapatkan lebih dari itu untuk pemulihan penuh," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa.
Investor juga memperhatikan dekat dengan langkah yang akan dilakukan Inggris pada 23 Juni tentang apakah akan tetap bergabung di Uni Eropa.
Sebuah serangan akhir pekan kemarin oleh pria bersenjata di sebuah klub malam di Orlando, Florida. Hal itu membuat saham pembuat senjata naik, dengan Smith & Wesson (SWHC.O) naik 6,9% dan Sturm Ruger (RGR.N) berakhir 8,5% lebih tinggi.
Saham Symantec saham (SYMC.O) naik 5,3% menjadi USD18,21 setelah mengatakan akan membeli perusahaan keamanan Blue Coat senilai USD4,65 miliar.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/6/2016), Indeks Dow Jones industrial average ditutup turun 132,86 poin atau 0,74% ke level 17.732,48, Indeks S&P 500 kehilangan 17,01 poin atau 0,81% ke level 2.079,06 dan Nasdaq Composite juga berkurang 46,11 poin atau 0,94% ke level 4.848,44.
Saham Microsoft (MSFT.O) turun 2,6% setelah mengumumkan akan membeli perusahaan jaringan online LinkedIn (LNKD.N) sebesar USD26,2 miliat atau terbesar yang pernah dilakukan perusahaan. Sementara, saham LinkedIn melonjak 46,6%.
Selain itu, saham Apple turun 1,5% karena produsen iPhone ini menggelar konferensi pengembang di San Francisco. Menambah tekanan dari sektor teknologi, dimana saham Facebook (FB.O) turun 2,3%.
Semua sektor Indeks S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor material dan teknologi menjadi sektor dengan penurunan terbesar. Untuk tahun ini, indeks acuan S&P naik 1,7%, namun telah menarik kembali sejak mendekati rekor tinggi pada pekan terakhir.
Federal Reserve (The Fed) akan menggelar pertemuan hari ini dan besok. Sementara pedagang memprediksi bank sentral AS tidak akan menaikkan suku bunga kali ini, mereka akan menunggu petunjuk tentang kapan Fed akan melakukannya.
Data ekonomi AS pekan ini, termasuk penjualan ritel berdasarkan laporan kerja lemah awal bulan ini mengangkat pertanyaan tentang kekuatan ekonomi dan laju kenaikan suku bunga di masa depan.
"Saya pikir pasar gugup tentang suku bunga yang lebih tinggi dan terus terang tentang mungkin ekonomi AS tidak bisa mendapatkan lebih dari itu untuk pemulihan penuh," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa.
Investor juga memperhatikan dekat dengan langkah yang akan dilakukan Inggris pada 23 Juni tentang apakah akan tetap bergabung di Uni Eropa.
Sebuah serangan akhir pekan kemarin oleh pria bersenjata di sebuah klub malam di Orlando, Florida. Hal itu membuat saham pembuat senjata naik, dengan Smith & Wesson (SWHC.O) naik 6,9% dan Sturm Ruger (RGR.N) berakhir 8,5% lebih tinggi.
Saham Symantec saham (SYMC.O) naik 5,3% menjadi USD18,21 setelah mengatakan akan membeli perusahaan keamanan Blue Coat senilai USD4,65 miliar.
(izz)
Lihat Juga :