Rizal Ramli: Tol Laut Tak Cukup Hapus Gap Indonesia Timur-Barat

Selasa, 14 Juni 2016 - 18:56 WIB
Rizal Ramli: Tol Laut...
Rizal Ramli: Tol Laut Tak Cukup Hapus Gap Indonesia Timur-Barat
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengemukakan, pemerintah saat ini tengah berupaya menghilangkan sekat (gap) antara Indonesia Timur, khususnya Papua dengan Indonesia bagian barat. Pasalnya, sekat tersebut menjadikan Indonesia Timur jauh lebih tertinggal di segala bidang dari Indonesia Barat.

(Baca Juga: Rizal Ramli: Tol Laut Jokowi Bukan Cuma Dongeng)

Salah satu yang dilakukan untuk menghilangkan sekat tersebut, kata dia, adalah dengan menciptakan Tol Laut agar ada jalur kapal reguler yang berkunjung ke Indonesia Timur. Dengan begitu, harga bahan kebutuhan pokok dapat lebih murah.

"‎Agar harga kebutuhan pokok bisa lebih murah dibanding sebelum tol laut ada. Kedua, agar gap pembangunan ini pelan-pelan bisa kita kurangi," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).

Kendati demikian, sambung mantan Menko bidang Perekonomian ini, pembangunan Tol Laut masih belum cukup memadai untuk menghilangkan gap tersebut. Indonesia Timur diakuinya membutuhkan pusat industri agar ada produk yang dihasilkan dari wilayah tersebut.

"‎Itu (Tol Laut) tidak memadai, kita juga harus membangun pusat industri di Papua, terutama di Sorong. Ide ini sudah delapan tahun beredar, tidak jadi-jadi itu barang," imbuh dia.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir Desember 2015 lalu mendorong untuk dibentuknya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sorong. Esensinya, adalah untuk membangun pusat industri pengolahan di wilayah tersebut.

"Untuk itu pemerintah daerah akan menyediakan tanahnya sebagai modal dasar, pemerintah pusat akan membantu membangun infrastruktur dasar, apa itu jalan, air minum, listrik dan sebagainya," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Luhut-Sakti Bahas Tata...
Luhut-Sakti Bahas Tata Pipa dan Kabel Bawah Laut Indonesia
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Program Penjaminan Kredit...
Program Penjaminan Kredit Korporasi Non-UMKM dan Non-BUMN Meluncur Pekan Ini
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
48 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
1 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved