Peluang IHSG Menguat Mulai Terbuka
Rabu, 15 Juni 2016 - 08:14 WIB
Peluang IHSG Menguat Mulai Terbuka
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ada peluang penguatan yang mulai terbuka dengan range pergerakan 4.802-4.871.
Lanjar menyampaikan, bila dilihat dari analisa teknikal IHSG seakan rebound pada support MA25 dan mencoba berbalik menguat di atas MA50 dengan membentuk pola piercing line.
"Indikator stochastic pun terlihat terkonsolidasi pada area jenuh jual dengan momentum RSI yang masih berada pada oscillator tengah," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/6/2016).
Dia menjelaskan, investor akan menanti hasil kebijakan moneter di AS dan Jepang, data neraca perdagangan di Eropa, indeks harga produksi di AS juga akan mejadi fokus tersendiri.
Sementara, IHSG kemarin ditutup menguat 14,36 poin atau 0,3% di level 4.821,59 dengan volume yang cukup tinggi. Meskipun, sepanjang sesi perdagangan IHSG cenderung tertekan.
"Data penjualan mobil mengalami pertumbuhan 11,7% dari 3,7% pada periode sebelumnya memberi signal kemampuan konsumen di Indonesia masih cenderung tinggi. Investor asing berbalik tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp723,22 miliar yang merupakan aksi beli investor asing tertinggi sejak 11 pekan terakhir," pungkasnya.
Lanjar menyampaikan, bila dilihat dari analisa teknikal IHSG seakan rebound pada support MA25 dan mencoba berbalik menguat di atas MA50 dengan membentuk pola piercing line.
"Indikator stochastic pun terlihat terkonsolidasi pada area jenuh jual dengan momentum RSI yang masih berada pada oscillator tengah," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/6/2016).
Dia menjelaskan, investor akan menanti hasil kebijakan moneter di AS dan Jepang, data neraca perdagangan di Eropa, indeks harga produksi di AS juga akan mejadi fokus tersendiri.
Sementara, IHSG kemarin ditutup menguat 14,36 poin atau 0,3% di level 4.821,59 dengan volume yang cukup tinggi. Meskipun, sepanjang sesi perdagangan IHSG cenderung tertekan.
"Data penjualan mobil mengalami pertumbuhan 11,7% dari 3,7% pada periode sebelumnya memberi signal kemampuan konsumen di Indonesia masih cenderung tinggi. Investor asing berbalik tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp723,22 miliar yang merupakan aksi beli investor asing tertinggi sejak 11 pekan terakhir," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :