Bursa Saham Asia Tertekan, IHSG Dibuka Ikut Memerah
Rabu, 15 Juni 2016 - 09:21 WIB
Bursa Saham Asia Tertekan, IHSG Dibuka Ikut Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah 11,66 poin atau 0,24% ke level 4.809,93 mengikuti jejak bursa Asia yang dibuka memerah.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup naik 14,36 poin atau 0,30% ke level 4.821,59, pada saat mayoritas bursa saham Asia mengalami tekanan.
Seperti dikutip dari CNBC, Rabu (15/6/2016), pasar saham China dibuka lebih rendah, dan menelusuri kembali banyak kerugian hari ini. Pasar Asia lainnya sebagian besar lebih rendah di tengah kegelisahan atas keputusan yang akan diambil Inggris apakah akan keluar dari Uni Eropa.
Indeks Shanghai dan Shenzhen dibuka turun masing-masing lebih dari 1% persen, tapi kemudian menelusuri kembali ke perdagangan masing-masing turun 0,26% dan 0,1%.
Keputusan MSCI pada A-saham terjadi setelah investor institusi internasional jelas menunjukkan bahwa mereka ingin melihat perbaikan lebih lanjut dalam aksesibilitas ke pasar China.
MSCI mengatakan bahwa itu akan memantau pelaksanaan perubahan kebijakan baru-baru ini mengumumkan dan akan mencari masukan dari pelaku pasar. Saham China saat ini tercantum dalam indeks pasar negara berkembang MSCI diperdagangkan baik Hong Kong maupun AS.
Selain itu, di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,42%, dengan sektor energi dan material memimpin penurunan. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 mengelami kerugian 0,6% untuk perdagangan turun 0,1% dan di Hong Kong, indeks Hang Seng juga turun 0,96%.
Sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor properti yang naik 0,09%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang turun 1,73%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp28 miliar dengan 26 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp6,91 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp12,63 miliar dan aksi beli sebesar Rp5,71 miliar. Tercatat 36 saham menguat, 16 saham melemah dan 41 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik Rp25 menjadi Rp1.860, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik Rp25 menjadi Rp11.00, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp20 menjadi Rp3.790.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp225 menjadi Rp67.800, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp150 menjadi Rp16.000, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp150 menjadi Rp18.600.
Sementara, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup naik 14,36 poin atau 0,30% ke level 4.821,59, pada saat mayoritas bursa saham Asia mengalami tekanan.
Seperti dikutip dari CNBC, Rabu (15/6/2016), pasar saham China dibuka lebih rendah, dan menelusuri kembali banyak kerugian hari ini. Pasar Asia lainnya sebagian besar lebih rendah di tengah kegelisahan atas keputusan yang akan diambil Inggris apakah akan keluar dari Uni Eropa.
Indeks Shanghai dan Shenzhen dibuka turun masing-masing lebih dari 1% persen, tapi kemudian menelusuri kembali ke perdagangan masing-masing turun 0,26% dan 0,1%.
Keputusan MSCI pada A-saham terjadi setelah investor institusi internasional jelas menunjukkan bahwa mereka ingin melihat perbaikan lebih lanjut dalam aksesibilitas ke pasar China.
MSCI mengatakan bahwa itu akan memantau pelaksanaan perubahan kebijakan baru-baru ini mengumumkan dan akan mencari masukan dari pelaku pasar. Saham China saat ini tercantum dalam indeks pasar negara berkembang MSCI diperdagangkan baik Hong Kong maupun AS.
Selain itu, di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,42%, dengan sektor energi dan material memimpin penurunan. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 mengelami kerugian 0,6% untuk perdagangan turun 0,1% dan di Hong Kong, indeks Hang Seng juga turun 0,96%.
Sektor saham dalam negeri bergerak variatif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor properti yang naik 0,09%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang turun 1,73%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp28 miliar dengan 26 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp6,91 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp12,63 miliar dan aksi beli sebesar Rp5,71 miliar. Tercatat 36 saham menguat, 16 saham melemah dan 41 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik Rp25 menjadi Rp1.860, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) naik Rp25 menjadi Rp11.00, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp20 menjadi Rp3.790.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp225 menjadi Rp67.800, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp150 menjadi Rp16.000, dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp150 menjadi Rp18.600.
(izz)
Lihat Juga :