Bursa Saham China Perkasa, IHSG Ditutup di Zona Merah
Rabu, 15 Juni 2016 - 16:34 WIB
Bursa Saham China Perkasa, IHSG Ditutup di Zona Merah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir di zona merah. IHSG hari ini memerah sejak pembukaan tadi pagi dan pada penutupan sore ini berkurang 6,77 poin atau 0,14% ke level 4.814,82. Pelemahan pasar saham Tanah Air terjadi saat bursa saham China berbalik menguat.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG dibuka melemah 11,66 poin atau 0,24% ke level 4.809,93 dan pada sesi I semakin melemah 25,43 poin atau 0,53% ke level 4.796,16. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup naik 14,36 poin atau 0,30% ke level 4.821,59.
Dilansir CNBC, Rabu (15/6/2016), pasar saham China memimpin kenaikan di tengah variatifnya bursa saham Asia. Kondisi ini mengabaikan keputusan oleh penyedia jasa indeks MSCI untuk menunda masuknya daratan China kedalam indeks pasar berkembang.
Sebagian besar pasar Asia lainnya juga membalikkan kerugian pada pagi tadi, meskipun terjadi kegelisahan lanjutan atas kemungkinan Inggris dapat memilih keluar dari Uni Eropa serta kekhawatiran atas hasil pertemuan The Fed, dan pertemuan Bank of Japan berkahir besok.
Indeks Shanghai komposit dan Shenzhen membuka pagi tadi melemah lebih dari 1%. Namun, indeks Shanghai ditutup naik 44,73 poin atau 1,57% ke level 2.886,92, sedangkan Shenzhen naik 57,24 poin atau 3,12% ke level 1.889,86.
Keputusan MSCI terjadi setelah investor internasional jelas menunjukkan bahwa mereka ingin melihat perbaikan lebih lanjut dalam aksesibilitas ke pasar China. MSCI akan memantau pelaksanaan perubahan kebijakan baru-baru ini dan akan mencari masukan dari pelaku pasar.
Saham China saat ini tercantum dalam indeks pasar negara berkembang MSCI diperdagangkan baik Hong Kong atau Amerika Serikat (AS).
David Qu dan Raymond Yeung dari ANZ mengatakan keputusan MSCI seharusnya tidak memiliki pengaruh langsung pada pasar ekuitas. "Pasar ekuitas China sangat domestik," kata mereka dalam sebuah catatannya hari ini.
Sementara, di Australia Indeks ASX 200 ditutup turun 56,16 poin atau 1,08% ke level 5.147,10, dengan semua sektor berakhir lebih rendah. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 naik 60,58 poin atau 0,38% ke level 15.919,58.
Selain itu, di Selat Korea, Kospi tergelincir 3,2 poin atau 0,16% ke level 1.968,83, dan di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,31% pada akhir perdagangan sore.
Sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas menguat meski IHSG ditutup melemah. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 1,72%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang melemah 2,38%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,12 triliun dengan 6,30 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp242,80 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,75 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,50 triliun. Tercatat 167 saham menguat, 119 saham melemah dan 113 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp400 menjadi Rp8.300, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp150 menjadi Rp39.500, dan PT First Media Tbk (KBLV) naik Rp135 menjadi Rp1.025.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp3.675 menjadi Rp64.350, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) turun Rp290 menjadi Rp4.500, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp80 menjadi Rp3.600.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG dibuka melemah 11,66 poin atau 0,24% ke level 4.809,93 dan pada sesi I semakin melemah 25,43 poin atau 0,53% ke level 4.796,16. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup naik 14,36 poin atau 0,30% ke level 4.821,59.
Dilansir CNBC, Rabu (15/6/2016), pasar saham China memimpin kenaikan di tengah variatifnya bursa saham Asia. Kondisi ini mengabaikan keputusan oleh penyedia jasa indeks MSCI untuk menunda masuknya daratan China kedalam indeks pasar berkembang.
Sebagian besar pasar Asia lainnya juga membalikkan kerugian pada pagi tadi, meskipun terjadi kegelisahan lanjutan atas kemungkinan Inggris dapat memilih keluar dari Uni Eropa serta kekhawatiran atas hasil pertemuan The Fed, dan pertemuan Bank of Japan berkahir besok.
Indeks Shanghai komposit dan Shenzhen membuka pagi tadi melemah lebih dari 1%. Namun, indeks Shanghai ditutup naik 44,73 poin atau 1,57% ke level 2.886,92, sedangkan Shenzhen naik 57,24 poin atau 3,12% ke level 1.889,86.
Keputusan MSCI terjadi setelah investor internasional jelas menunjukkan bahwa mereka ingin melihat perbaikan lebih lanjut dalam aksesibilitas ke pasar China. MSCI akan memantau pelaksanaan perubahan kebijakan baru-baru ini dan akan mencari masukan dari pelaku pasar.
Saham China saat ini tercantum dalam indeks pasar negara berkembang MSCI diperdagangkan baik Hong Kong atau Amerika Serikat (AS).
David Qu dan Raymond Yeung dari ANZ mengatakan keputusan MSCI seharusnya tidak memiliki pengaruh langsung pada pasar ekuitas. "Pasar ekuitas China sangat domestik," kata mereka dalam sebuah catatannya hari ini.
Sementara, di Australia Indeks ASX 200 ditutup turun 56,16 poin atau 1,08% ke level 5.147,10, dengan semua sektor berakhir lebih rendah. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 naik 60,58 poin atau 0,38% ke level 15.919,58.
Selain itu, di Selat Korea, Kospi tergelincir 3,2 poin atau 0,16% ke level 1.968,83, dan di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,31% pada akhir perdagangan sore.
Sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas menguat meski IHSG ditutup melemah. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 1,72%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor konsumer yang melemah 2,38%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,12 triliun dengan 6,30 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp242,80 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,75 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,50 triliun. Tercatat 167 saham menguat, 119 saham melemah dan 113 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp400 menjadi Rp8.300, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp150 menjadi Rp39.500, dan PT First Media Tbk (KBLV) naik Rp135 menjadi Rp1.025.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp3.675 menjadi Rp64.350, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) turun Rp290 menjadi Rp4.500, dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp80 menjadi Rp3.600.
(izz)
Lihat Juga :