Wall Street Tersungkur Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Kamis, 16 Juni 2016 - 07:52 WIB
Wall Street Tersungkur...
Wall Street Tersungkur Usai The Fed Tahan Suku Bunga
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada perdagangan kemarin jatuh lagi untuk kali kelima berturut-turut setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan nilai suku bunga dan investor makin memanas terkait keputusan yang akan diambil Inggris apakah akan keluar dari Uni Eropa atau tidak.

Dikutip dari Reuters, Kamis (16/6/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,2% ke level 7.640,17, Indeks S&P 500 turun 0,18% ke lebel 2.071,50, dan Nasdaq Composite turun 0,18% ke level 4.834,93.

Mayor indeks saham AS seharian kemarin sebagian besar berada di jalur hihau, namun tiba-tiba jatuh di akhir sesi, membawa kerugian pada Indeks S&P 500 dalam sepekan terakhir turun 2,2%, sebagian besar karena kekhawatiran bahwa Uni Eropa akan retak dapat merusak perekonomian global yang sudah lemah .

Hal tersebut membuat penurunan beruntun pada Indeks S&P 500 yang terpanjang sejak penurunan lima hari yang memuncak pada 2016. Sementara bank sentral AS menunda kenaikan suku bubga, hal itu menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan mengisyaratkan masih berencana akan terjadi dua kenaikan tahun ini.

Pedagang tidak diharapkan tingkat yang meningkat bulan ini oleh FOMC, tetapi mereka telah bersemangat untuk petunjuk tentang kesehatan ekonomi dan kenaikan masa depan.

Investor menjadi lebih gugup menjelang pemungutan suara di Inggris pekan depan apakah akan meninggalkan Uni Eropa, dengan jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan meningkatnya dukungan bagi langkah tersebut.

"Hal ini tentu salah satu ketidakpastian yang kita bahas dan bahwa faktor dalam keputusan hari ini," kata Ketua Fed Janet Yellen pada konferensi pers.

"Ini adalah pengumuman FOMC yang benar-benar berbicara kepada kelemahan global dan garis bawah adalah menggarisbawahi fakta bahwa AS bukan sebuah pulau dan pasar global dan ekonomi yang lebih saling berhubungan dari mereka sudah pernah," kata Peter Kenny, Pasar Senior strategi di global Markets Advisory Group di Berkeley Heights, New Jersey.

Sekitar 6,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, tentang rata-rata selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters. Enam dari 10 sektor S&P merosot, dipimpin penurunan utilitas sebesar 0,71%.

Perusahaan pembuat chip Intel (INTC.O) sahamnua turun 1,65% dan memberikan hambatan terbesar pada S&P 500. Sejauh 2016, Indeks S&P 500 naik 1%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved