Ini Kriteria Area Tax Haven Menurut Menkeu

Kamis, 23 Juni 2016 - 04:17 WIB
Ini Kriteria Area Tax...
Ini Kriteria Area Tax Haven Menurut Menkeu
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, beberapa wilayah sudah menawarkan diri untuk menjadi wilayah offshore financial center untuk menjalankan tax haven. Namun sampai dengan detik ini, pihaknya belum memutuskan daerah mana yang akan dipilih.

Menurut dia, pembahasan mengenai tax haven ini membutuhkan sesuatu yang matang. Maka itu, kelanjutannya akan dibahas saat realisasi tax amnesty berjalan. Bambang pun memiliki kriteria tersendiri mengenai wilayah yang akan dijadikan offshore financial center.

"Sudah ada yang menawarkan diri. Tapi kami punya kriteria sendiri seperti infrastruktur di kota tersebut harus baik, akses transportasinya bagus, kemudian bisa dijangkau dengan apa saja. Kira-kira begitu. Ini juga pembahasannya masih menunggu sampai tax amnesty rampung," kata Bambang di kantornya, Rabu (22/6/2016)

Jika di Malaysia, kata dia, wilayahnya akan seperti di Labuan yang infrastrukturnya memadai, karena yang penting dari offshore adalah lembaga perbankan internasionalnya harus ada di sana.

(Baca: Menkeu: Area Tax Haven Setelah Tax Amnesty Terwujud)

"Jadi enggak boleh yang underdevelop, tapi infrastrukturnya dari segi aspek memadai lah. Silakan kalau ada yang tertarik, tapi sesegera mungkin kami akan buat skema dan wilayahnya," kata Bambang.

Mengenai tarifnya sendiri, Bambang memastikan akan digunakan tarif spesial di wilayah tersebut. Jadi tarifnya tak akan sama seperti pajak pada umumnya.

"Tarifnya akan spesial tapi hanya berlaku di tempat itu saja, dan itu hanya berlaku bagi perusahaan Indonesia yang beraktivitas di luar negeri. Kalau di dalam negeri ya di luar tax haven," tutupnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Per 1 Juli Netflix dan...
Per 1 Juli Netflix dan Zoom Dikenai Pajak
Dihantam Covid-19, hingga...
Dihantam Covid-19, hingga April Penerimaan Pajak Turun 0,9%
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Pajak Digital Belum...
Pajak Digital Belum Disepakati G20, Sri Mulyani Ungkap Gara-gara AS
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Ini Lho Alasan Kenapa...
Ini Lho Alasan Kenapa Sepeda Masuk Objek Wajib Lapor SPT
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved