IMF Peringatkan Angka Kemiskinan AS Bakal Bertambah

Kamis, 23 Juni 2016 - 13:58 WIB
IMF Peringatkan Angka...
IMF Peringatkan Angka Kemiskinan AS Bakal Bertambah
A A A
NEW YORK - International Monetary Fund (IMF) memperingatkan Amerika Serikat (AS) tentang potensi meningkatnya angka kemiskinan dalam laporan tahunan ekonomi. Dana Moneter Internasional menyebutkan satu dari tujuh orang di Negeri Paman Sam -julukan AS- hidup dalam garis kemiskinan dan harus segera ditangani.

(Baca Juga: Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 2,4%)

Dilansir BBCnews, Kamis (23/6/2016) IMF menganjurkan adanya peningkatan upah minimum serta menawarkan mencabut pembiayaan persalinan untuk mendorong wanita agar bekerja. Laporan Dana Moneter juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,2% atau menurun dibandingkan prediksi sebelumnya pada angka 2,4%.

Pertumbuhan ekonomi global yang melambat serta melemahnya daya beli konsumen, menjadi hal yang disalahkan. Tercatat sepanjang tiga bulan pertama tahun 2016 ini, ekonomi AS melambat sebesar 0,5%, turun tajam jika dibandingkan tiga bulan terakhir pada 2015 lalu pada level 1,4%.

Meski begitu Manajer Direktur IMF Christine Lagarde menjelaskan, bahwa penguatan pasar ketenagakerjaan yang berarti secara keseluruhan ekonomi AS dalam kondisi baik. Sementara angka pengangguran di bulan Mei memperlihatkan peningkatan dibandingkan delapan tahun lalu yakni sebesar 4,7%.

"Ini tidak hanya akan menimbulkan kemiskinan, tapi juga kesenjangan sosial yang signifikan. Berimbas juga kepada ketenagakerjaan serta mengikis kemampuan untuk berinvetasi dalam pendidikan serta meningkatkan kesehatan," jelas Lagarde.

"Penilaian kami adalah ada empat hal yang harus jadi perhatian yakni partisipasi, produktivitas, polarisasi dan kemiskinan. Apabila tidak dibenahi, maka akan berpengaruh kepada dasar pertumbuhan dan menekan standar hidup," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
1 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
4 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
14 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
15 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
15 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved