IHSG Ditutup Anjlok 39,74 Poin, Bursa Asia Dihantam Brexit
Jum'at, 24 Juni 2016 - 16:42 WIB
IHSG Ditutup Anjlok 39,74 Poin, Bursa Asia Dihantam Brexit
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ditutup merosot ke zona merah mengiringi kejatuhan seluruh bursa Asia, terimbas hasil referendum Brexit yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa (UE). Bursa saham Tanah Air berakhir turun 0,82% atau 39,74 poin ke level 4.834,57.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG bertambah 8,08 poin atau 0,17% ke level 4.882,39 dan pada sesi I memerah dengan turun 2,28% atau 110,94 poin ke level 4.763,37. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup berkurang 22,54 poin atau 0,46% ke level 4.874,31.
Dilansir CNBC, Jumat (24/6/2016) pasar saham Asia ambruk saat harga emas melonjak dan dolar Amerika Serikat (USD) merosot di bawah 100 melawan yen setelah pasar keuangan diguncang hasil referendum Brexit yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa (UE). Secara dramatis Inggris memilih keluar dari UE, untuk mengubah prediksi terkait hasil jejak pendapat sebelumnya.
Ketika 382 distrik mengamankan 51,9% suara dengan total 17,4 juta, memastikan Inggris hengkang dari UE untuk melemparkan seluruh pasar saham dunia ke dalam kekacauan dan mendorong poundsterling ke titik terendah sejak tahun 1985. Konsekuensi dari hasil Brexit telah terimbas ke seluruh dunia, mulai dari politik sampai dengan ekonomi secara luas.
"Perhatian terbesar bagi pasar adalah apa implikasi dari Brexit untuk Uni Eropa. Ini jadi dorongan kuat Inggris keluar dari UE, untuk memperbesar risiko anggota lain membuat gerakan yang sama," jelas Analis Pasar IG Angus Nicholson.
Imbas Brexit mulai dirasakan bursa Asia yang seluruhnya ambruk ke zona merah. Indeks Nikkei Jepang tercatat jatuh 1.286,33 poin atau 7,92% ke level 14.952,02 di belakang penguatan yen. Menurut Reuters, pasar saham Jepang sampai harus dihentikan sementara untuk pertama kalinya sejak 23 Mei 2013.
Selanjutnya indeks saham daratan China juga menyusut cukup tajam saat Hang Seng ambruk hingga 609,21 poin ke level 20.259,13, sedangkan indeks Shanghai terpuruk 1,30% atau 37,67 poin ke level 2.854,29. Di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian, investor melarikan aset mereka menuju investasi yang aman seperti pemerintah, emas dan yen.
Sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas bergerak dalam tren negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam terjadi pada sektor aneka industri yang terpuruk 3,89% mengiringi industri dasar lewat penurunan 2,01%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,46 triliun dengan 7,83 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp587,7 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,92 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp2,51 triliun. Tercatat 64 saham menguat, 240 saham melemah dan 91 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Summary of Siantar Top Tbk. (STTP) naik Rp760 menjadi Rp3.850, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menguat Rp550 menjadi Rp66.000 dan PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp375 menjadi Rp20.000.
Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp250 menjadi Rp6.700, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) menyusut Rp100 menjadi Rp3.500 dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) berkurang Rp100 menjadi Rp2.900.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG bertambah 8,08 poin atau 0,17% ke level 4.882,39 dan pada sesi I memerah dengan turun 2,28% atau 110,94 poin ke level 4.763,37. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup berkurang 22,54 poin atau 0,46% ke level 4.874,31.
Dilansir CNBC, Jumat (24/6/2016) pasar saham Asia ambruk saat harga emas melonjak dan dolar Amerika Serikat (USD) merosot di bawah 100 melawan yen setelah pasar keuangan diguncang hasil referendum Brexit yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa (UE). Secara dramatis Inggris memilih keluar dari UE, untuk mengubah prediksi terkait hasil jejak pendapat sebelumnya.
Ketika 382 distrik mengamankan 51,9% suara dengan total 17,4 juta, memastikan Inggris hengkang dari UE untuk melemparkan seluruh pasar saham dunia ke dalam kekacauan dan mendorong poundsterling ke titik terendah sejak tahun 1985. Konsekuensi dari hasil Brexit telah terimbas ke seluruh dunia, mulai dari politik sampai dengan ekonomi secara luas.
"Perhatian terbesar bagi pasar adalah apa implikasi dari Brexit untuk Uni Eropa. Ini jadi dorongan kuat Inggris keluar dari UE, untuk memperbesar risiko anggota lain membuat gerakan yang sama," jelas Analis Pasar IG Angus Nicholson.
Imbas Brexit mulai dirasakan bursa Asia yang seluruhnya ambruk ke zona merah. Indeks Nikkei Jepang tercatat jatuh 1.286,33 poin atau 7,92% ke level 14.952,02 di belakang penguatan yen. Menurut Reuters, pasar saham Jepang sampai harus dihentikan sementara untuk pertama kalinya sejak 23 Mei 2013.
Selanjutnya indeks saham daratan China juga menyusut cukup tajam saat Hang Seng ambruk hingga 609,21 poin ke level 20.259,13, sedangkan indeks Shanghai terpuruk 1,30% atau 37,67 poin ke level 2.854,29. Di tengah volatilitas pasar dan ketidakpastian, investor melarikan aset mereka menuju investasi yang aman seperti pemerintah, emas dan yen.
Sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas bergerak dalam tren negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam terjadi pada sektor aneka industri yang terpuruk 3,89% mengiringi industri dasar lewat penurunan 2,01%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,46 triliun dengan 7,83 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp587,7 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,92 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp2,51 triliun. Tercatat 64 saham menguat, 240 saham melemah dan 91 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Summary of Siantar Top Tbk. (STTP) naik Rp760 menjadi Rp3.850, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menguat Rp550 menjadi Rp66.000 dan PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp375 menjadi Rp20.000.
Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp250 menjadi Rp6.700, PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) menyusut Rp100 menjadi Rp3.500 dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) berkurang Rp100 menjadi Rp2.900.
(akr)
Lihat Juga :