Rizal Ramli Minta Tiga Pulau Reklamasi Ini Dibongkar

Kamis, 30 Juni 2016 - 15:15 WIB
Rizal Ramli Minta Tiga...
Rizal Ramli Minta Tiga Pulau Reklamasi Ini Dibongkar
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta reklamasi Pulau C, D, dan N di lepas pantai Teluk Jakarta untuk dibongkar. Pasalnya, pembangunan pulau-pulau tersebut menabrak aturan dan hanya berazaskan pada keuntungan semata.

Dia mengatakan, pengembang Pulau C dan D tidak mengikuti aturan untuk memisahkan Pulau C dan D dengan sebuah kanal. Seharusnya, di antara Pulau C dan D dipisah kanal selebar 100 meter dan sedalam 8 meter.

(Baca: Pelanggaran Berat, Rizal Ramli Batalkan Reklamasi Pulau G)

Hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu arus lalu lintas kapal, serta mencegah terjadinya banjir. "‎Kalau ada banjir, air banjir bisa langsung pindah ke laut bebas dan sebagainya," kata dia di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Sayangnya, kerakusan pengembang membuat dua pulau tersebut digabung dengan total luas 21 hektare (ha). Diperkirakan, keuntungan yang didapat berkisar antara Rp15 juta sampai Rp25 juta per meter.

"‎Jadi, demi keuntungan yang besar, mereka korbankan lingkungan hidup, arus lalu lintas kapal, flat control, meningkatkan risiko banjir," imbuhnya.

Meski ongkos yang dibutuhkan untuk pembongkaran mencapai ratusan miliar rupiah, namun Rizal tetap menegaskan pengembang harus membongkarnya. "Memang biaya pembongkaran itu mahal sekali, karena harus angkat lagi apa yang sudah ditimbun. Bisa habisin berapa ratus miliar. Jumlahnya 300 ribu meter kubik, nilainya besar. Tapi itu risiko karena mereka melanggar," tegas Rizal.

Sementara Pulau N yang digunakan untuk pembangunan Pelabuhan Kalibaru milik PT Pelindo II (Persero), pengembang melakukan sejumlah pelanggaran teknis yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup.

Namun, saat ini baik pengembang pulau C, D, dan N bersedia memperbaiki hal tersebut sehingga pemerintah tetap mengizinkan pulau itu tetap dibangun dengan syarat mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

"Nah tetapi, setelah kami enforce, dengan Bu Susi dan yang lain, pengembangnya bersedia bongkar, sekarang sebagian sudah dilakukan," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Luhut Binsar Pandjaitan:...
Luhut Binsar Pandjaitan: Rizal Ramli Teman Baik Saya
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Tinggal Tapi Engga Bayar,...
Tinggal Tapi Engga Bayar, Luhut Pelototi Kapal-kapal Asing yang Masuk ke Labuan Bajo
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved