Bos BEI Minta DPR Permudah Proses Privatisasi BUMN

Selasa, 12 Juli 2016 - 16:36 WIB
Bos BEI Minta DPR Permudah...
Bos BEI Minta DPR Permudah Proses Privatisasi BUMN
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempermudah proses privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jadi perusahaan terbuka. Sehingga membuat kapitalisasi bursa menjadi lebih besar.

"Iya kami sih maunya begitu. Tolong dong proses privatisasi (BUMN jadi perusahaan terbuka) dipermudah," ujarnya di Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Tito menjelaskan, tidak ada yang bisa dilakukan BEI untuk mempersingkat proses pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan BUMN. Ada 12 pasal dalam Undang-Undang BUMN yang membuat proses jadi lebih panjang.

"Enggak bisa, bursa enggak bisa apa-apa tapi yang pasti bursa akan speak up. Ada 12 pasal di UU BUMN nomor 19/2003 yang buat prosesnya jadi panjang, pasal 74 sampai 86," katanya.

Dia menyampaikan, ada 25 izin termasuk di DPR yang memperpanjang proses IPO BUMN. Itu semua harus dilakukan sebelum masuk ke OJK dan BEI. (Baca: Pemerintah Sepakat 4 BUMN Bakal Right Issue)

"Ada 25 proses termasuk di DPR, proses izin, proses sosialisasi sebelum masuk OJK dan bursa. Solusinya ada, prosesnya pada dasarnya izinnya dikasih payung hukum di Kementerian BUMN tapi itu kan artinya UU ya," tutur Tito.

Menurutnya, revisi peraturan tersebut memang memakan waktu lama. Namun jika ada kesungguhan dari pihak legislatif maka harusnya bisa cepat.

"Iya lama tapi kalau ada niatan (ubah UU) pasti bisa. UU MD3 kemarin kan (bikinnya atau revisinya) cuma tiga hari. UU Pengampunan Pajak juga enggak lama," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minta Restu OJK, BEI...
Minta Restu OJK, BEI Siap Gelar Papan New Economy 5 Desember 2022
Seluruh Emiten Ditargetkan...
Seluruh Emiten Ditargetkan Penuhi Ketentuan Free Float 15% di 2029
Iman Rachman Dikabarkan...
Iman Rachman Dikabarkan Jadi Dirut, Intip Susunan Direksi BEI 2022-2026
Ketua OJK Ngaku Tahu...
Ketua OJK Ngaku Tahu Kabar Mundurnya Dirut BEI Iman Rachman dari Youtube
Resmi! Batas Modal Disetor...
Resmi! Batas Modal Disetor untuk Bursa Efek Naik Tinggi
Mulai Jumat Ini, Kresna...
Mulai Jumat Ini, Kresna Sekuritas Tak Bisa Lagi Usaha di Bursa Saham
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
58 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved