Dunia Apresiasi Reformasi Energi Indonesia

Selasa, 19 Juli 2016 - 11:25 WIB
Dunia Apresiasi Reformasi...
Dunia Apresiasi Reformasi Energi Indonesia
A A A
JAKARTA - International Energy Agency (IEA) mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia mereformasi sektor energi, khususnya mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM), efisiensi sektor energi, dan pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Reformasi yang dilakukan tersebut membantu mengendalikan polusi udara di sektor energi.

Hal tersebut dikatakan Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol saat peluncuran Laporan Khusus Energi dan Polusi Udara yang merupakan World Energy Outlook (WEO) 2016 oleh IEA. Laporan ini khusus menyoroti skenario IEA dalam menyediakan akses energi yang lebih bersih secara luas dan berkelanjutan.

"IEA mendukung pemerintah Indonesia untuk terus melakukan reformasi sektor energi dan siap membantu berbagai inisiatif penting Menteri Sudirman Said dalam mendorong rasionalisasi subsidi energi, mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, dan mempromosikan efisiensi energi," katanya di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, dukungan IEA tersebut merupakan bentuk apresiasi dunia internasional kepada inisiatif dan upaya pemerintah Indonesia dalam mengendalikan polusi udara di sektor energi. "Bicara mengenai polusi udara, maka erat kaitannya dengan kualitas udara. Kualitas udara akan membaik apabila energi yang kita gunakan semakin bersih," imbuh dia.

Menurutnya, Indonesia serius dalam pengembangan energi bersih melalui reformasi di sektor energi untuk menjamin kedaulatan energi. Reformasi energi tersebut bertumpu pada tiga pilar, yaitu mempromosikan tata kelola pemerintahan yang transparan, dapat dipertanggungjawabkan, adil, dan mandiri. Selain itu, membangun kapasitas nasional melalui difusi teknologi, akurasi data dan informasi serta pelibatan sektor swasta.

"Ketiga, mempersiapkan pemimpin profesional dan sumber daya manusia yang dapat memastikan terus berlangsungnya reformasi, dan mempromosikan perubahan manajemen di internal sektor energi. Selain itu, percepatan pengembangan energi terbarukan membutuhkan komunikasi efektif, pemantauan secara ketat, dan penegakan hukum," tandas Sudirman.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ESDM Genjot...
Kementerian ESDM Genjot Capaian Energi Baru Terbarukan
Kementerian ESDM Peragakan...
Kementerian ESDM Peragakan Jurus Tekan Energi Fosil
PLTS Terkendala Pembiayaan,...
PLTS Terkendala Pembiayaan, Kementerian ESDM Colek Perbankan
Antisipasi Krisis Energi,...
Antisipasi Krisis Energi, Kementerian ESDM Bentuk Tim Khusus
Potensi Air Papua Dibidik...
Potensi Air Papua Dibidik Australia, Kementerian ESDM Godok Konsep REBID
IISM Dorong Transisi...
IISM Dorong Transisi Energi Berkeadilan bagi Masyarakat
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
9 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Perempat Final...
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved