Pemerintah Diminta Tawarkan Bagi Hasil Progresif Blok East Natuna

Rabu, 20 Juli 2016 - 03:22 WIB
Pemerintah Diminta Tawarkan...
Pemerintah Diminta Tawarkan Bagi Hasil Progresif Blok East Natuna
A A A
JAKARTA - Komisi VII DPR RI meminta pemerintah menawarkan skema bagi hasil progresif (sliding scale) dalam mengembangkan potensi minyak dan gas (migas) di Blok East Natuna. Hal ini agar investor tertarik berinvestasi dan mengembangkan blok migas di wilayah terluar Indonesia tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI, Satya W Yudha mengatakan, jika pemerintah menggunakan bagi hasil 70:30 ditakutkan investor tidak akan tertarik. Sebab, jika harga minyak drop maka keuntungan investor tidak akan visible.

"Ya harus diberikan (bagi hasil progresif), tidak hanya Natuna tapi semua. Sliding scale diberikan agar kontraktor tetap berinvestasi, karena kalau kita gunakan 70:30 saat harga minyak tinggi, tapi tau-tau drop lalu kontraktor hanya dapat 30 profit split nya belum tentu keuntungan dia visible, dia tidak sudah bisa berbuat apa-apa lagi," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Menurut Satya, jika tidak diberikan skema bagi hasil yang progresif maka saat harga minyak drop, investor akan menghentikan produksinya. Hal tersebut pada akhirnya akan mengancam cadangan migas nasional.

"Jika tidak sliding scale, kontraktor pun hentikan produksi, berarti nanti cadangan migas kita jadi cadangan tidak terbukti. Kemudian karyawan dikurangi," imbuhnya.

Terlepas dari hal tersebut, politisi Partai Golkar ini menilai bahwa pengembangan blok East Natuna memang sudah harus dilakukan saat ini. Pasalnya, blok kaya migas tersebut sudah terlalu lama tidak dikembangkan.

"Sebetulnya natuna pekerjaan yang memang harus dimulai sekarang karena produksi baru sekitar 5-10 tahun lagi. Apalagi dengan kandungan CO2 yang sangat tinggi, ini butuh teknologi tinggi, karena itu sliding scale jadi jawaban. Kemudian Natuna punya dampak ekonomi dan ketahanan, karena letaknya di perbatasan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Resmi Kelola...
Pertamina Resmi Kelola Blok East Natuna Selama 30 Tahun
Kembangkan Blok East...
Kembangkan Blok East Natuna, Ini Rekomendasi dari IATMI
Akan Dilelang Ulang,...
Akan Dilelang Ulang, Segini Deposit Gas di Blok East Natuna
Pertamina Resmi Garap...
Pertamina Resmi Garap Blok East Natuna, Investasi Capai Rp187 M
Rusia Incar Harta Karun...
Rusia Incar Harta Karun RI di Laut Natuna, Ini Isinya
Wilayah Paling Kaya...
Wilayah Paling Kaya Gas di Blok East Natuna hanya Akan Diberikan ke Raksasa Migas
Berita Terkini
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
1 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
3 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
4 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
8 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
16 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
17 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved