Core Indonesia: Paket Kebijakan Pemerintah Tidak Memiliki Konsep Utuh

Rabu, 20 Juli 2016 - 15:02 WIB
Core Indonesia: Paket...
Core Indonesia: Paket Kebijakan Pemerintah Tidak Memiliki Konsep Utuh
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Core Indonesia, Hendri Saparini menilai 12 paket kebijakan yang dibuat pemerintah tidak memiliki konsep yang utuh. Hendri menyebutkan, sejauh ini, paket-paket kebijakan tersebut per poinnya tidak komperhensif.

Padahal, jika ingin mendorong di satu sektor tertentu, pemerintah mestinya bisa menggelontorkan paket kebijakan yang ada turunannya. Tidak mengeluarkan satu-satu namun tidak detail.

"Paket kebijakan itu oke lah kalau tidak boleh disebut terlalu tergesa-gesa, tapi paling tidak itu tidak punya konsep utuh. Karena menurut kami paket kebijakan yang dikeluarkan itu harus komprehensif. Itu untuk ngapain sih? Untuk dorong sektor pangan misalnya. Ya, kalau begitu paket kebijakan yang ada di paket harus komplet untuk dorong sektor pangan, tidak satu-satu dikeluarkan," kata Hendri di kantor Core Indonesia, Rabu (20/7/2016).

Maka, kata dia, pemerintah harus melakukan review terhadap paket-paket kebijakan tersebut untuk memunculkan paket kebijakan baru yang lebih komperhensif.

"Misalnya untuk listrik. Ini sebetulnya kebijakan lanjutannya apa? Kalau segera tidak diturunkan sesuai dengan paket, terus dampaknya terhadap sektor rill jadi tidak ada," kata Hendri.

Saat ini, kata dia, tim monitoring atau satuan tugas (satgas) yang dibuat untuk mereview paket kebijakan pemerintah seharusnya bisa berjalan sekarang dan harus terintegrasi dengan baik.

"Mereka bekerjanya harus jadi satu dan terintegrasi dengan baik. Jangan sampai, ini kita lihat sisi hukumnya sudah ada belum? Aturan turunannya bagaimana? Itu harus detail," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Meski Ekonomi Global...
Meski Ekonomi Global Melambat, IMF Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5%
Kebijakan Dinilai Tepat,...
Kebijakan Dinilai Tepat, Ekonomi RI Optimistis Tumbuh 5,3%
Pulihkan Ekonomi, KSSK...
Pulihkan Ekonomi, KSSK Keluarkan Paket Kebijakan Terpadu
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BLT, KUR, Bebas Pajak...
BLT, KUR, Bebas Pajak dan Insentif Properti Jadi Jurus Pemerintah Usai Ekonomi Melambat
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved