Bukopin Siap Tampung Dana Pengampunan Pajak Rp20 Triliun

Kamis, 21 Juli 2016 - 05:15 WIB
Bukopin Siap Tampung...
Bukopin Siap Tampung Dana Pengampunan Pajak Rp20 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) siap menampung dana hasil kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) sekitar Rp20 triliun. Perseroan akan bertindak sebagai gateway yang menampung dana dari program pengampunan pajak, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

"Potensi dana yang bisa ditampung oleh bank persepsi ditaksir besar. Kami perkirakan Rp20 triliun yang bisa dijajaki untuk program tax amnesty," ujar Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin, Eko R Gindo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Dia menuturkan, realisasi dana yang bisa ditampung oleh bank persepsi nantinya akan sangat berkaitan dengan kesiapan bank persepsi sendiri maupun wajib pajak yang mengikuti program tax amnesty.

Nantinya, peserta tax amnesty yang akan diajak tidak hanya nasabah Bukopin yang sudah ada. Namun, perseroan berharap ada nasabah lain yang bisa melakukan pembayaran melalui Bank Bukopin. "Kita enggak eksklusif ke exsisting nasabah. Karena ini adalah tugas kesiapan yang tentunya bank persepsi tahunan saja itu nasabahnya bisa melakukan pembayaran di Bank Bukopin," paparnya.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi PT Bank Bukopin Tbk, Adhi Brahmantya menuturkan, saat ini Bank Bukopin telah mempersiapkan infrastruktur untuk mengelola dana pengampunan pajak tersebut. Namun, saat ini perseroan masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai sistematika lanjutan dalam penampungan dana dari program pengampunan pajak.

Selain itu, perseroan juga akan membuka layanan di 26 kantor cabang yang tersebar di beberapa wilayah, dari Indonesia Barat sampai dengan Indonesia bagian Timur. "Masing-masing bank yang telah menyatakan kesanggupannya untuk menjadi gateway wajib memiliki fasilitas produk atau layanan lock up selama tiga tahun," ungkapnya.

Atas syarat tersebut, lanjut dia, maka Bank Bukopin mengambil langkah strategis dengan mengembangkan dan menyiapkan instrumen yang cocok untuk menampung dana repatriasi tersebut, di antaranya produk deposito dengan tenor 3 tahun, Reksadana dan Surat Utang Jangka Menengah (Medium Term Notes).

Selain dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional, bagi Bank Bukopin, dana masyarakat dari kebijakan pengampunan pajak tersebut diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan bisnis Perseroan.

Adhi menyebutkan, pihaknya juga siap menerbitkan beberapa instrumen investasi baru untuk menampung dana repatriasi dari kebijakan amnesti pajak. Hal itu dilakukan mengingat dana repatriasi yang masuk ke Indonesia diperkirakan mencapai Rp165 triliun.

Menurutnya, salah satu produk yang akan ditawarkan adalah deposito. Bukan hanya produk deposito yang telah ada, tetapi Bukopin juga membuka peluang menerbitkan instrumen deposito baru.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank KB Bukopin Dapat...
Bank KB Bukopin Dapat Kepercayaan dari PT Taspen Menjadi Mitra Layanan Perbankan
Perkuat Sinergi One...
Perkuat Sinergi One KBFG, KB Bukopin Jalin Kerja Sama Co-Location bersama KB Finansia Multi Finance
Nasabah KB Bukopin Antusias...
Nasabah KB Bukopin Antusias Sambut Program Star Festive di Makassar
Semarak Program Star...
Semarak Program Star Community KB Bukopin Lewat Customer Gathering
Pacu Pertumbuhan DPK,...
Pacu Pertumbuhan DPK, Bank KB Bukopin Luncurkan Program D'Star Anniversary Special Rate
KB Bukopin Genjot Terus...
KB Bukopin Genjot Terus Pendapatan dan Selesaikan Kredit Bermasalah di 2023
Berita Terkini
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
10 menit yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
21 menit yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
1 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
1 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
2 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
2 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved