Dana Bagi Hasil Migas Terpuruk

Minggu, 24 Juli 2016 - 15:34 WIB
Dana Bagi Hasil Migas...
Dana Bagi Hasil Migas Terpuruk
A A A
BLORA - Daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia terpuruk dengan anjloknya harga minyak dunia. Rendahnya harga minyak dunia saat ini menyebabkan pendapatan negara menurun, akibatnya dana bagi hasil untuk daerah penghasil migas juga terkoreksi.

"Akibat dari kondisi harga minyak saat ini tentu berpengaruh terhadap pendapatan negara, sehingga dana bagi hasil migas juga terpukul," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soejtipto saat berkunjung di Lapangan Migas, Cepu, Blora Jawa Tengah, kemarin.

Dwi menuturkan, kondisi harga minyak saat ini berada dikisaran USD40 per barel, berbeda saat kondisinya bertengger dikisaran USD100 per barel pada 2014. Dampak tersebut membuat industri migas harus melakukan terobosan untuk mengantisipasi anjloknya harga minyak dunia. Dari mulai efesiensi dari segala lini sampai kepada terobosan lainnya harus dilakukan.

"D isamping itu pemerintah daerah penghasil migas juga bersama-sama belajar dari pengalaman untuk mengantisipasi dampak anjloknya harga minyak sebagai pemasukan anggaran daerah," kata dia.

Menurutnya, memberikan contoh kondisi dana bagi hasil migas di Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Realisasi dana bagi hasil minyak pada 2014 tercatat sebesar Rp8.073.915.390 dan dana bagi hasil gas sebesar Rp109.842.820.

Semantara, pada 2015 dana bagi hasil minyak turun anjlok menjadi Rp1.943.880.400 dan dana bagi hasil gas juga turun dikisaran Rp47.063.100.

"Ini merupakan dampak global yang memengaruhi kinerja perusahaan. Namun begitu Pertamina tetap terus berupaya mempercepat pelaksanaan proyek di sektor hulu demi menjaga ketahanan energi nasional dan kami berharap kondisi harga ke depan lebih baik," ungkapnya.

Salah satu proyek percepatan yang akan dilakukan oleh Pertamina yaitu Central Processing Plant (CPP) Area Gundih Asset 4 Pertamina EP. Dwi meminta proyek ini agar segera memasuki tahap komersialisasi, sehingga dapat segera menambah pemasukan negara dari sektor hulu migas.

"Dengan demikian akan meningkatkan dana bagi hasil migas serta menciptakan kemaslahatan lain khususnya di Blora," terang dia.

Dia mengatakan, CPP Gundih saat ini telah menyerap 100% tenaga kerja lokal dan diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih baik di Blora.
Presiden Director Pertamina EP Rony Gunawan menambahkan bahwa pasokan gas dari CPP Gundih sebesar 50 MMSCFD.

Pasokan gas mengalir untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Tambak Lorok. "Dengan pasokan gas ini potensi efisiensi energi mencapai Rp21,4 trilun dan mampu mereduksi CO2 sebesar 800 ton per hari," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPH Migas-Pemprov Aceh...
BPH Migas-Pemprov Aceh Sinergi Pengelolaan Migas
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Pemda Penghasil Migas...
Pemda Penghasil Migas Pertanyakan Besaran Dana Bagi Hasil
Besaran Bagi Hasil Migas...
Besaran Bagi Hasil Migas Diubah Demi Gaet Investor
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
18 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
41 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
58 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved