KEIN Optimistis Target Tax Amnesty Tercapai

Selasa, 26 Juli 2016 - 23:09 WIB
KEIN Optimistis Target...
KEIN Optimistis Target Tax Amnesty Tercapai
A A A
JAKARTA - Sudah lebih dari sepekan, Undang Undang Pengampunan Pajak diberlakukan oleh Pemerintah. Regulator pun kerap melakukan sosialisasi keliling perihal amnesti pajak kepada pengusaha dan masyarakat. Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan bahwa sampai Jumat (22/7) pekan lalu, tercatat lebih dari 40 peserta yang ingin mendapat pengampunan pajak, dengan pemasukan sudah mencapai Rp8 miliar.

Atas dasar itu, Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta optimistis pemberlakuan tax amnesty alias tindakan pemutihan kewajiban pajak dapat mendorong dan memompa ekonomi di sektor riil nasional, karena dana-dana yang terparkir di luar negeri dapat masuk kembali ke Indonesia.

"Kita optimistis, pelaksanaan Undang-undang Tax Amnesty ini bisa menghasilkan dan memastikan repatriasi dana yang selama ini ada di luar negeri nantinya dikanalisasi untuk menggenjot investasi di dalam negeri dan memajukan sektor riil," kata Arif dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa, (26/7/2016).

Terkait investasi dana repatriasi, Arif menilai masih ada peluang bagi pemerintah dalam menarik dana besar yang parkir di luar negeri untuk ditanamkan di dalam negeri. (Baca: Repatriasi Harga Mati Kesuksesan Amnesti Pajak)

"Harus dipahami bahwa return investasi di sini lebih tinggi daripada di Singapura atau negara lain, maka tidak ada alasan sebenarnya orang tidak mau investasi di sini, tapi dengan catatan, pemerintah harus bisa meniadakan faktor-faktor yang menggerus kepercayaan," kata Arif.

Karena itu menurutnya, Pemerintah harus menawarkan pada pihak yang akan merepatriasi dananya, proyek infrastruktur seperti apa yang akan dibiayai, prospeknya seperti apa, imbal hasil yang didapat dan kesemuanya itu harus jelas.

Arif juga menegaskan pengampunan pajak akan menjadi stimulus untuk menciptakan lapangan kerja, terkait dengan adanya bonus demografi di masa mendatang. Oleh karena itu, sambungnya, Indonesia memerlukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, cepat namun berkualitas.

Dia menegaskan yang harus diperhatikan pula adalah bagaimana dana-dana yang diparkir di luar negeri itu dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. “Jadi bagaimana proses kanalisasi dari dana-dana yang diparkir tersebut,” kata Arif.

Menurut Arif, berdasarkan data Global Financial Integrity tahun 2015 disebutkan bahwa sebenarnya dana ‎warga Indonesia tercatat di luar negeri sebesar Rp3.147 triliun. Dana-dana tersebut biasanya ‘diparkir’ di wilayah yang menetapkan pajak sangat kecil atau bebas pajak (tax haven countries).

“Namun dari total dana tersebut mungkin hanya setengahnya yang bisa masuk TA. Hal ini disebabkan karena ada sebagian dana tersebut yang terkait dengan tindak pidana narkoba, human trafficking, dan terorisme, serta termasuk dalam tindak korupsi,” jelasnya.

Karenanya, apabila TA dapat diimplementasikan, bukan tidak mungkin dana yang dapat dibawa pulang bisa mencapai Rp560 triliun. (Baca: Tax Amnesty Berjalan Mulus, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5,3%)

“Jadi, selain keuntungan berupa penerimaan negara, repatriasi dana tersebut akan menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3% dan nilai tukar rupiah akan menguat Rp120/USD, dan itu jumlah yang sangat besar untuk menggerakan ekonomi nasional," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Genjot Industri Halal,...
Genjot Industri Halal, Sri Mulyani Beberkan 7 Hasil Rapat Pleno KNEKS
Industri Keuangan Syariah...
Industri Keuangan Syariah Bisa Bantu Pulihkan Ekonomi
Fintech Lending Syariah...
Fintech Lending Syariah Dorong Pengembangan Industri Halal
Komite Khittah NU 1926...
Komite Khittah NU 1926 Minta Rizal Ramli Benahi Ekonomi Nasional
Menuju Pusat Halal Dunia,...
Menuju Pusat Halal Dunia, Ma'ruf Amin Sebut 4 Fokus Pembangunan Ekonomi Syariah
Melalui UU HPP, Perpajakan...
Melalui UU HPP, Perpajakan Nasional Makin Siap Hadapi Tantangan Ekonomi
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
38 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved