Menteri Candra: Saya Bukan Superman!

Sabtu, 30 Juli 2016 - 09:55 WIB
Menteri Candra: Saya...
Menteri Candra: Saya Bukan Superman!
A A A
JAKARTA - Lama bergelut di industri perminyakan di Amerika Serikat, harapan besar ditaruh di pundak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Pria asal Padang, Sumatera Barat ini, diharapkan mampu menularkan ilmu dan pengalamannya guna mengerek industri migas di Tanah Air yang sedang gemulai.

Namun, Candra--panggilan akrabnya--mengaku ia masih harus belajar mengenai sektor energi di Indonesia secara keseluruhan. Dirinya menambahkan kompetensi pada dasarnya disusun berdasarkan tiga hal: ilmu, pengalaman, dan kemampuan. Candra lantas mengibaratkan proses di atas seperti mengendarai sepeda.

"Anak kecil naik sepeda dibanding orang dewasa, mana yang lebih jago? Tentu yang sudah naik sepeda 10 tahun. Itu yang namanya experience," katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/7/2016).

Baca: 20 Tahun di AS, Arcandra Tahar Pulang ke Indonesia Langsung Jadi Menteri

Menurutnya, ilmu yang dimilikinya terkait migas pun masih belum seberapa. Apalagi, yang berkaitan dengan kelistrikan, minerba, ataupun energi baru dan terbarukan. Karena itu, dia berjanji akan cepat mempelajari hal tersebut sehingga kedepannya bisa mencarikan solusi terkait permasalahan energi di Tanah Air.

"Oil and gas sangat luas sekali. Kalau bikin spektrum 1-10, ilmu saya cuma satu. Ada sembilan lagi yang saya enggak tau. Begitu juga listrik. Range ilmu itu 1-10, setengah aja mungkin enggak. Minerba juga sama. Belum lagi masalah teknis. Saya lebih banyak enggak punya ilmu lagi. Tapi tidak ada orang yang superman menyangkut kompetensi. Keberpihakan saya kepada rakyat hanya waktu yang akan menentukan," imbuh dia.

Candra menambahkan, kedepannya kebijakan yang akan diambil menyangkut sumber daya alam (SDA) di Indonesia harus dipastikan ada pemanfaatannya untuk kemakmuran rakyat.

"Kita juga harus jamin kepastian hukum kepada investor baik dalam dan luar agar investasi yang mereka tanam itu sesuai perundangan dan ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat lewat penyediaan lapangan kerja dan bisa menjadi kontribusi menaikkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia," tandasnya.
(ven)
Berita Terkait
Percepatan Digitalisasi...
Percepatan Digitalisasi Sektor ESDM Semakin Dibutuhkan
Investasi Sektor ESDM...
Investasi Sektor ESDM Tembus Rp471 Triliun, Terbesar dari Migas
DPR Apresiasi Sikap...
DPR Apresiasi Sikap Tegas Jokowi Berantas Mafia Minerba lewat Kebijakan Hilirisasi
Mendorong Keterlibatan...
Mendorong Keterlibatan Tenaga Ahli ITB dalam Eksplorasi dan Pengembangan SDA di Hulu
Dukung Produksi Migas...
Dukung Produksi Migas Nasional, PLN Siap Pasok Listrik ke Blok Rimau
Pemerintah Dorong Hilirisasi...
Pemerintah Dorong Hilirisasi Minerba untuk Topang Industri Nasional
Berita Terkini
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
35 menit yang lalu
Eropa Butuh Rp182,5...
Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
1 jam yang lalu
Tarif Impor Terbaru...
Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
3 jam yang lalu
KAI Group Angkut 16,3...
KAI Group Angkut 16,3 Juta Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2025
5 jam yang lalu
Harga Minyak Ikut Lunglai...
Harga Minyak Ikut Lunglai Terpukul Tarif Resiprokal Trump
6 jam yang lalu
Pascalebaran, Harga...
Pascalebaran, Harga Beras, Bawang, Cabai, hingga Daging Mulai Turun
7 jam yang lalu
Infografis
Prabowo: Yang Tidak...
Prabowo: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya akan Singkirkan
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved