Tekor di China, Uber Dijual ke Didi

Senin, 01 Agustus 2016 - 21:21 WIB
Tekor di China, Uber...
Tekor di China, Uber Dijual ke Didi
A A A
BEIJING - Perusahaan transportasi berbasis aplikasi, Uber, akhirnya mengibarkan bendera putih dalam menghadapi pertempuran transportasi di Negeri Tirai Bambu. Melansir Bloomberg, Senin (1/8/2016), Uber menghamburkan uang sekitar USD1 miliar ekuivalen Rp13 triliun (estimasi kurs Rp13.051/USD) per tahun, demi menguasai pangsa pasar China. Sementara Didi ChuXing, saingannya, menawarkan subsidi sendiri untuk pengemudi dan pengendara dalam membangun bisnisnya.

Kalah bersaing, Uber menyerah dan melego diri kepada Didi, layanan transportasi berbasis aplikasi yang sangat dominan di China.

Kekalahan Uber di China, kabarnya karena turut campurnya Pemerintah China, dengan mengeluarkan aturan bahwa layanan Didi ChuXing adalah legal alias sah, sehingga membuka jalan bagi perusahaan untuk mempeluas lebih lanjut bisnisnya. Apalagi mereka mendapat sokongan dana dari perusahaan e-commerce Alibaba Group dan Tencent Holdings Ltd., gergasi internet besar di Republik Rakyat China.

Didi ChuXing (sebelumnya bernama Didi Kuaidi) siap membeli merek, bisnis, dan data Uber yang ada di China. Uber Technologies dan pemegang saham lainnya di Uber China--termasuk mesin pencari Baidu Inc.,--akan menerima saham 20% dari akuisisi ini. Pendiri Didi, Cheng Wei dan CEO Uber Travis Kalanick dikabarkan akan bergabung dalam merger kedua perusahaan.

“Didi ChuXing dan Uber telah belajar banyak dari satu sama lain selama dua tahun belakangan,” kata Cheng sebagaimana dilansir Bloomberg. “Dan perjanjian dengan Uber, akan mengatur industri transportasi bergerak dengan sehat, jalur yang lebih berkelanjutan, dan pertumbuhan pada tingkat yang lebih tinggi." Sambungnya.

Sumber terdekat dengan persoalan itu membisikkan, bahwa merger Didi dengan Uber akan membuat valuasi perusahaan menjadi USD35 miliar atau sekitar Rp456 triliun.

Adapun Wall Street Journal, Senin (1/8/2016), menyebut saat ini valuasi Didi senilai USD28 miliar, dan dikombinasikan dengan bisnis Uber China yang bernilai sekitar USD8 miliar, Didi akan memiliki valuasi sekitar USD36 miliar.

Sementara itu, Kalanick dalam posting blognya, menyampaikan sebagai pengusaha, dirinya telah belajar bahwa menjadi sukses juga harus mengikuti kata hati. Dan ia menyambut merger ini bahwa Uber China dan Didi ChuXing akan menjadi lebih kuat bersama-sama.

Dan kesepakatan merger ini akan tunduk kepada regulasi di China. Dimana kombinasi dari dua pemain top ini akan meningkatkan pengawasan peraturan terkait transportasi berbasis aplikasi. Dan pejabat China yang menentukan peraturan kompetisi.

“Kementerian Perdagangan China harus memanggil keduanya untuk menentukan ukuran pasar dan langkah selanjutnya dari bisnis ini,” kata Deng Zhisong, senior partner di firma hukum Dentons yang berbasis di Beijing.

Namun, pembelian bisnis Uber China kabarnya akan mempersulit aliansi Didi lainnya di seluruh dunia. Pasalnya, perusahaan yang berdiri pada Juni 2012 itu, telah setuju bekerja sama dengan Lyft Inc., dari Amerika Serikat, Ola India dan Ambil dari Malaysia, untuk menciptakan kekuatan global bidang transportasi berbasis aplikasi.

Kekalahan Uber seperti sebuah pengulangan alias déjà vu, dimana pada 2005, gergasi Abang Sam yaitu Yahoo! Inc terpaksa menyerah dan melakukan kesepakatan serupa dengan menjual bisnisnya di China kepada Alibaba Group sebesar USD1 miliar.

“China adalah suatu pasar yang sulit dalam hal regulasi, kompetisi dan budaya. Mereka (perusahaan asing) menghadapi tantangan pada banyak bidang,” ujar Li Yujie, analis di RHB Research Institute Sdn di Hong Kong. Sehingga, timpal dia, bekerja sama lebih baik daripada melawan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 6 Merek Terkenal...
Ini 6 Merek Terkenal yang Dicontek China
19 Kota dengan Transportasi...
19 Kota dengan Transportasi Terbaik di Dunia, Jakarta Peringkat Berapa?
Hadirkan Pengalaman...
Hadirkan Pengalaman Baru, Acer Day Boyong Laptop Tahan Banting
Heboh! Produk Eiger...
Heboh! Produk Eiger Kok Made In China, Manajemen Buka Suara
Dulu Dicaci, Sekarang...
Dulu Dicaci, Sekarang Dicari! 6 Merek China yang Mendunia, Nomor 4 Anda Tak Akan Menduga
Harga Produk Mahal Akibat...
Harga Produk Mahal Akibat Biaya Transportasi, Sentra UMKM Perlu Punya Pusat Logistik
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved