IHSG Tengah Pekan Rawan Tertekan di Bawah Level 5.300
Rabu, 03 Agustus 2016 - 08:34 WIB
IHSG Tengah Pekan Rawan Tertekan di Bawah Level 5.300
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal bergerak cenderung menguat tertahan. Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menerangkan patut diwaspadai aksi profit taking dengan range pergerakan 5.250-5.370.
(Baca Juga: IHSG Berakhir Menghijau, Bursa Utama Asia Turun)
Dia menambahkan pergerakan IHSG secara analisa teknikal mengagalkan pola negatif yang terbentuk sebelumnya dengan break out resistance level. Momentum RSI pun cukup tinggi terkonsolidasi dengan bearishnya pergerakan Stochastic.
"Secara pergerakan IHSG cenderung akan mengalami tekanan jika kembali melemah di bawah 5.300," ujarnya di Jakarta, Rabu (3/8/2016).
Sementara, terkendalinya inflasi dan banyak dana repatriasi yang mulai masuk sehingga demand terhadap rupiah menguat mampu mendorong IHSG naik 145,58 poin sebesar 2,79% dilevel 5.361,57 dengan volume moderate.
Sektor infrastruktur memimpin penguatan pada perdagangan hari ini. Sehatnya tingkat inflasi indonesia membuat nilai tukar rupiah terhadap USD menguat mendekati Rp13.000/USD. "Investor asing pun terbukti optimis tercatat net buy Rp1,83 triliun," pungkasnya.
(Baca Juga: IHSG Berakhir Menghijau, Bursa Utama Asia Turun)
Dia menambahkan pergerakan IHSG secara analisa teknikal mengagalkan pola negatif yang terbentuk sebelumnya dengan break out resistance level. Momentum RSI pun cukup tinggi terkonsolidasi dengan bearishnya pergerakan Stochastic.
"Secara pergerakan IHSG cenderung akan mengalami tekanan jika kembali melemah di bawah 5.300," ujarnya di Jakarta, Rabu (3/8/2016).
Sementara, terkendalinya inflasi dan banyak dana repatriasi yang mulai masuk sehingga demand terhadap rupiah menguat mampu mendorong IHSG naik 145,58 poin sebesar 2,79% dilevel 5.361,57 dengan volume moderate.
Sektor infrastruktur memimpin penguatan pada perdagangan hari ini. Sehatnya tingkat inflasi indonesia membuat nilai tukar rupiah terhadap USD menguat mendekati Rp13.000/USD. "Investor asing pun terbukti optimis tercatat net buy Rp1,83 triliun," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :