BPS: Pangkas Anggaran K/L Tak Pengaruh ke Pertumbuhan Ekonomi
Jum'at, 05 Agustus 2016 - 14:17 WIB
BPS: Pangkas Anggaran K/L Tak Pengaruh ke Pertumbuhan Ekonomi
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menilai langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang ingin memangkas anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp133,8 triliun tidak akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan. Seperti diketahui, pemotongan anggaran ini telah disepakati oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), meskipun belum diketahui pos-pos mana saja yang akan terkena pemangkasan.
(Baca Juga: Target Pajak Meleset, Sri Mulyani Pangkas Anggaran Rp133,8 Triliun)
Kepala BPS Suryamin mengatakan, pemerintah pasti memiliki alasan mengapa anggaran dipotong sebegitu besar. Meski demikian, sudah menjadi keharusan memang pemangkasan anggaran dilakukan untuk sektor atau kegiatan yang tidak produktif.
"Menurut saya sih tidak akan pengaruh ke ekonomi. Karena yang dipangkas untuk sektor yang tidak produktif seperti rapat-rapat di hotel, perjalanan dinas dan lainnya. Pengurangan itu bisa masuk ke sektor-sektor yang prioritas," kata dia di Jakarta, Jumat (5/8/2016).
(Baca Juga: Ini Faktor Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II/2016)
Lanjut dia pemerintah tentunya tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur terutama yang memang menjadi prioritas negara untuk tetap berjalan. Bila sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur berjalan, pertumbuhan ekonomi tidak akan terpengaruh banyak.
"Untuk sektor produktif tetap harus dijaga oleh pemerintah, infrastruktur, pembangunan jembatan, irigasi, tidak boleh dikurangi. Sektor yang dikuranginya yang operasional-operasional, karena tidak akan berdampak besar," tutup dia.
(Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2016 Capai 5,18%)
(Baca Juga: Target Pajak Meleset, Sri Mulyani Pangkas Anggaran Rp133,8 Triliun)
Kepala BPS Suryamin mengatakan, pemerintah pasti memiliki alasan mengapa anggaran dipotong sebegitu besar. Meski demikian, sudah menjadi keharusan memang pemangkasan anggaran dilakukan untuk sektor atau kegiatan yang tidak produktif.
"Menurut saya sih tidak akan pengaruh ke ekonomi. Karena yang dipangkas untuk sektor yang tidak produktif seperti rapat-rapat di hotel, perjalanan dinas dan lainnya. Pengurangan itu bisa masuk ke sektor-sektor yang prioritas," kata dia di Jakarta, Jumat (5/8/2016).
(Baca Juga: Ini Faktor Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II/2016)
Lanjut dia pemerintah tentunya tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur terutama yang memang menjadi prioritas negara untuk tetap berjalan. Bila sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur berjalan, pertumbuhan ekonomi tidak akan terpengaruh banyak.
"Untuk sektor produktif tetap harus dijaga oleh pemerintah, infrastruktur, pembangunan jembatan, irigasi, tidak boleh dikurangi. Sektor yang dikuranginya yang operasional-operasional, karena tidak akan berdampak besar," tutup dia.
(Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2016 Capai 5,18%)
(akr)
Lihat Juga :