Intervensi Produk Pangan, Mendag Siap Buka Keran Impor

Kamis, 11 Agustus 2016 - 21:19 WIB
Intervensi Produk Pangan,...
Intervensi Produk Pangan, Mendag Siap Buka Keran Impor
A A A
CIREBON - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan untuk menetapkan kuota impor pada sejumlah produk pangan dengan catatan tertentu. Khusus untuk beras, dia menegaskan telah meminta Bulog menyerap hasil produksi petani berapapun banyaknya.

Langkah ini adalah intervensi pemerintah kepada pasar produk pangan utama demi ketersediaan bahan pokok dan penyerapan hasil produksi dalam negeri. "Kita (pemerintah) akan intervensi ketika produk petani tidak habis dibeli," katanya di sela-sela Peresmian Sepuluh Kampung Digital di Kabupaten Cirebon, Desa Tegalwangi, Cirebon, Kamis (11/8/2016).

(Baca Juga: Para Menteri Diberi Waktu 3 Bulan Rumuskan Ketersediaan Pangan)

Lebih lanjut dia menyoroti sejumlah produk pangan, seperti beras, gula, garam, hingga daging sapi. Sebagai langkah awal, diterangkan intervensi pasar akan dimulai dengan produksi beras. "Berapapun produksinya (petani), kita perintahkan Bulog beli. Berapapun, ambil. Duit gak ada, ambil. Tak ada bunga. APBN banyak kok," cetusnya.

Untuk gula, lanjut mantan anggota DPR ini, pihaknya akan memberi kuota impor bagi gula rafinasi dengan catatan, importir harus investasi pada tebu dengan pola inti plasma. Menurutnya, selama ini ada disparitas atau selisih antara kebutuhan dangan produksi gula.

Begitu pula dengan produk daging sapi. Pihaknya mengeluarkan kebijakan yang mengharuskan pengusaha mengimpor bibit untuk susu dan daging sebagai investasi. "Setelah itu baru dijual sapi bakalan kepada peternak atau rakyat. Kompensasinya, kita kasih kuota impor untuk sapi bakalan, target 6-7 tahun kita mandiri," tambah Enggar

Kebijakan itu, sambung dia juga sekaligus akan membuka sumber bibit dan sapi dari Argentina, Brazil, Meksiko, Spanyol, maupun Kolombia, selain dari Australia dan Selandia Baru. Lebih jauh dia menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, mengingat untuk menaikkan harga tak bisa dilakukan.

"Terkait kebijakan itu, kami telah melakukan pembicaraan dengan para pengusaha gula dan sapi, termasuk Bulog untuk beras. Pembicaraan dengan para pengusaha garam akan segera dilakukan kemudian," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
DPR Minta Kemendag Pastikan...
DPR Minta Kemendag Pastikan Stok Pangan Aman dan Terjangkau
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Wamendag Tingkatkan...
Wamendag Tingkatkan Peran Bappebti dalam Penyediaan dan Stabilisasi Pangan
Sambangi Warung Pangan...
Sambangi Warung Pangan dan Warung Gurih, Mendag Pastikan Harga Migor Rp14.000
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved