Menhub Belum Sepakat Pinjaman USD1,7 M untuk Pelabuhan Patimban

Sabtu, 13 Agustus 2016 - 20:16 WIB
Menhub Belum Sepakat...
Menhub Belum Sepakat Pinjaman USD1,7 M untuk Pelabuhan Patimban
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi belum satu suara dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait dana pinjaman sebesar USD1,7 miliar atau sekitar Rp22,2 triliun (estimasi kurs Rp13.098/USD), untuk pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.

Menurut Budi Karya, saat ini pembangunan Pelabuhan Patimban belum sampai tahap penghitungan pinjaman.

Dia mengatakan, saat ini rencana pembangunan pelabuhan pengganti Pelabuhan Cilamaya itu masih dalam proses studi kelayakan (feasibility study/FS). Jadi, belum sampai pada tahap pinjaman yang menurut Bappenas mencapai USD1,7 miliar dari slot pinjaman yang sebesar USD2,2 miliar.

"Patimban kan masih dalam proses feasibility study. Jadi belum sampai pada tahap pinjaman segala macam," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/8/2016) malam.

Menurutnya, pembicaraan mengenai besaran pinjaman baru akan dilakukan jika rencana tersebut sudah benar-benar konkret. Sementara saat ini, masterplan untuk pembangunannya masih belum disepakati.

"B‎iasanya kan kalau kaya gitu (pinjaman) kalau sudah fix, kita bikin Perpres, setelah itu tahu biayanya berapa, apa saja yang dibuat, bagian fungsi Priok dengan Patimban seperti apa," imbuh dia.

Kendati demikian, Budi mengaku tidak mempermasalahkan jika memang proyek tersebut beserta besaran pinjamannya telah masuk dalam Bluebook Bappenas. Rencananya, pinjaman sebesar USD1,7‎ miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan pelabuhan fase pertama.

"Iya tahap awal fase pertama enggak apa-apa. Sekarang USD1,7 miliar itu enggak apa-apa. Tahap awal dulu saja. Nanti kan feasibility study disesuaikan," tuturnya.

Mantan Bos PT Angkasa Pura II (Persero) ini tak menutup kemungkinan akan ada tambahan pinjaman lagi untuk fase berikutnya, jika memang pinjaman USD1,7 miliar tidak cukup.

"‎Katakanlah sekarang itu (pinjaman) USD1,7 miliar nantikan tahap dua akan ada tambahan lagi. Karena inikan belum fix banget. Jadi kita lihat pelabuhan itu kan dilihat dulu apa fungsinya, peran antara pelabuhan lainnya itu apa, kalau sudah tahu perannya baru kita tahu besarannya. Kalau sudah tahu besarannya baru kita bisa menghitung berapa besarnya, bisa cukup, bisa kurang, bisa tambah, tapi untuk tahap awal itu perlu dedikasi anggaran," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Pelabuhan Patimban Rampung...
Pelabuhan Patimban Rampung Akhir Bulan Ini, Menhub Kasih Bocoran Kapan Beroperasi
Pelabuhan Palembang...
Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat Target Dibangun Tahun Ini
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Tancap Gas Usai Diresmikan,...
Tancap Gas Usai Diresmikan, Pembangunan Pelabuhan Patimban Tahap II Dilanjut 2021
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
8 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
9 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
10 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
10 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
10 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
11 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved