IHSG Diprediksi Bakal Sulit Berbalik Arah
Selasa, 16 Agustus 2016 - 08:42 WIB
IHSG Diprediksi Bakal Sulit Berbalik Arah
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan bergerak di kisaran level 5.280-5.301 dengan resisten 5.405-5.451. Meski asing masih cenderung melakukan aksi jualnya dengan memanfaatkan setiap pelemahan yang ada, dan tampaknya pelaku pasar lokal terlihat gusar dengan posisi IHSG yang dianggap masih tinggi sehingga cenderung jualan.
"Kondisi ini tentu berimbas pada terbentuknya tren pelemahan jangka pendek. Akan tetapi, jika sentimen yang ada mampu positif maka laju IHSG pun dapat berbalik arah menguat meski peluangnya masih tipis," jelas Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (16/8/2016).
Lebih lanjut dia menerangkan pengujian support masih terjadi, namun tetap cermati sentimen yang ada. IHSG menurutnya akan membentuk pola tren kenaikan tipis saat Stochastic di area overbought dengan %K(21) %D(38). Sementara RSI (Relative Strength Index) menunjukkan pergerakan ke bawah di level 33 dan Signal line 66.8 serta MACD negatif
Sebelumnya IHSG bergerak sesuai perkiraan kami dimana cenderung berada di zona merah. IHSG sempat berada di zona hijau meski akhirnya ditutup melemah -1,05%. Aksi jual yang masih berlanjut setelah merespon imbas negatif dari pelemahan pada bursa saham AS membuat IHSG terkena imbasnya.
Di sisi lain, GDP Jepang yang tidak bertumbuh alias 0% di Q2-16 (vs 0,5%) QoQ turut berkontribusi terhadap pelemahan IHSG secara tidak langsung. Dari sisi domestik, dirilisnya Neraca Perdagangan Indonesia yang surplus USD590 juta belum mampu menahan tekanan aksi jual para pelaku pasar seiring dengan pelemahan ekspor sebesar -17,02% YoY atau lebih dalam ketimbang penurunan impor -11,56% YoY.
"Minimnya sentimen dan masih adanya persepsi masih tingginya level IHSG membuat pelaku pasar cenderung jualan dan berimbas pada melemahnya laju IHSG," sambungnya.
"Kondisi ini tentu berimbas pada terbentuknya tren pelemahan jangka pendek. Akan tetapi, jika sentimen yang ada mampu positif maka laju IHSG pun dapat berbalik arah menguat meski peluangnya masih tipis," jelas Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (16/8/2016).
Lebih lanjut dia menerangkan pengujian support masih terjadi, namun tetap cermati sentimen yang ada. IHSG menurutnya akan membentuk pola tren kenaikan tipis saat Stochastic di area overbought dengan %K(21) %D(38). Sementara RSI (Relative Strength Index) menunjukkan pergerakan ke bawah di level 33 dan Signal line 66.8 serta MACD negatif
Sebelumnya IHSG bergerak sesuai perkiraan kami dimana cenderung berada di zona merah. IHSG sempat berada di zona hijau meski akhirnya ditutup melemah -1,05%. Aksi jual yang masih berlanjut setelah merespon imbas negatif dari pelemahan pada bursa saham AS membuat IHSG terkena imbasnya.
Di sisi lain, GDP Jepang yang tidak bertumbuh alias 0% di Q2-16 (vs 0,5%) QoQ turut berkontribusi terhadap pelemahan IHSG secara tidak langsung. Dari sisi domestik, dirilisnya Neraca Perdagangan Indonesia yang surplus USD590 juta belum mampu menahan tekanan aksi jual para pelaku pasar seiring dengan pelemahan ekspor sebesar -17,02% YoY atau lebih dalam ketimbang penurunan impor -11,56% YoY.
"Minimnya sentimen dan masih adanya persepsi masih tingginya level IHSG membuat pelaku pasar cenderung jualan dan berimbas pada melemahnya laju IHSG," sambungnya.
(akr)
Lihat Juga :