Target Tax Amnesty Dinilai Pengusaha Terlalu Agresif

Rabu, 24 Agustus 2016 - 23:36 WIB
Target Tax Amnesty Dinilai...
Target Tax Amnesty Dinilai Pengusaha Terlalu Agresif
A A A
JAKARTA - CEO Sintesa Group yang juga Wakil Ketua Kadin Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, target dari pencapaian tax amnesty yang dibidik pemerintah terlalu agresif. Shinta mengatakan, dengan target pemasukan dari amnesti pajak yang sebesar Rp165 triliun terlihat sangat sulit.

Terlebih lagi, dalam waktu yang sangat singkat untuk pelaksanaannya, maka target tersebut kemungkinan tidak bisa terpenuhi hingga masa berlaku tax amnesty berakhir.

"Sebenarnya begini, tax amnesty itu pasti partisipasi akan besar, banyak pihak yang akan partisipasi. Nah ini masalahnya, berapa aset yang akan di declare? Masalahnya kan Pemerintah memberikan target yang terlalu agresif dalam waktu singkat, Rp165 triliun, ya enggak mungkin lah," kata dia di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Menurut dia, jangankan sepenuhnya, setengahnya saja pun dari target tersebut sulit. "Jadi menurut saya, ini yang sekarang jadi isunya. Sebenarnya saya enggak terlalu kaget kalau sekarang baru masuk satu persen," katanya.

Hal ini lantaran, banyak yang besar-besar itu belum masuk untuk repatriasi. Mereka dipastikan akan menunggu di bulan September ini.

"Tapi memang dari segi targetnya sendiri enggak mungkin Rp165 triliun. Dari awal kami bilang juga terlalu agresif. Makanya ini harus dijaga, jadi partisipasi pasti tapi sizenya ini yang kebesaran," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Dunia Usaha Butuh Ketenangan...
Dunia Usaha Butuh Ketenangan dan Kepastian, Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
6 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
7 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
9 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
9 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Pilih Tangkap Putin...
Pilih Tangkap Putin daripada Netanyahu, Uni Eropa Dinilai Munafik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved