Bank Domestik dan Asing Kerja Sama Tingkatkan Transaksi Repo

Kamis, 25 Agustus 2016 - 19:13 WIB
Bank Domestik dan Asing...
Bank Domestik dan Asing Kerja Sama Tingkatkan Transaksi Repo
A A A
JAKARTA - Sebanyak empat bank domestik dan enam kantor cabang bank asing telah menyepakati Global Master Repurchase Agreement (GMRA). Kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan transaksi repo antarbank dan mempermudah pasokan likuiditas yang pada akhirnya dapat meningkatkan saluran kredit.

Enam bank asing tersebut antara lain Standard Chartered Bank, Bank DBS, Mitsui Bank of Tokyo, JP Morgan, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan Bank ANZ. Sementara, empat bank lokal dengan kategori BUKU IV yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk serta PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk.

Sebanyak enam Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) mulai bisa menikmati transaksi gadai bersyarat antar bank atau repurchasing agreement (Repo) antar bank dalam negeri melalui perjanjian GMRA.

"GMRA sangat penting agar ada keseragaman kalau suatu institusi apakah punya saham, apakah ada surat berharga apa korporasi, negara, dan institusi punya kebutuhan temporer dari pada dijual lebih baik repo," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityswara usai acara pendandatanganan GMRA di Jakarta, Kamis (25/8/2016).

Menurutnya, BI akan terus mendorong perbankan untuk menandatangani GMRA, kemudian melakukan transaksi memakai dasar GMRA. Mirza menyebut, saat ini sudah ada sekitar 65 bank yang menandatangani GMRA. Namun yang baru aktif melakukan transaksi hanya 27 bank, padahal ada akses likuiditas Rp350 triliun.

Dia mengatakan, dengan likuiditas sebanyak itu, lebih baik bank menginvestasikannya melalui surat berharga. "Kemudian, surat berharga tersebut dapat dijadikan agunan untuk transaksi repo antarbank. Dengan begitu, bank tidak perlu menyimpan kelebihan likuiditasnya di fasilitas BI, untuk semata-mata mendapatkan bunga simpanan," jelasnya.

Maka, lanjut dia, salah satu hal yang juga terus didorong BI adalah agar bank-bank di Indonesia melakukan transaksi satu sama lain, dalam bentuk repo. Transaksi repo antarbank dapat menjawab kebutuhan likuiditas jangka pendek bank, dengan memanfaatkan kelebihan likuiditas yang dimiliki bank lain.

Dengan transaksi antarbank yang meningkat volume dan jenisnya, pasar keuangan akan lebih dalam. Usaha bersama yang dilakukan telah membawa hasil, antara lain dalam peningkatan transaksi repo antarbank.

Volume (rata-rata harian) transaksi repo antarbank bergerak dari nol pada Januari 2016 hingga mencapai volume tertinggi sebesar Rp1,8 Triliun pada pekan terakhir Juni 2016.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fit and Proper Test...
Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, DPR Angkat Isu Pengawasan Perbankan
Transfer Uang Cuma Kena...
Transfer Uang Cuma Kena Biaya Rp2.500, Total Ada 77 Bank Terapkan BI-Fast
Makin Banyak, 21 Bank...
Makin Banyak, 21 Bank Gabung BI-FAST di Gelombang Kedua
BI Sudah Totalitas,...
BI Sudah Totalitas, Tapi Bunga Kredit Bank Merayap Pelan
Buat Bank yang Mau Kolaps,...
Buat Bank yang Mau Kolaps, Bisa Minta Dana Darurat ke BI
106 Bank Gabung BI-Fast,...
106 Bank Gabung BI-Fast, Biaya Transfer Cuma Rp2.500
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
20 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
52 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved