Proses Pembayaran Lahan Bandara NYIA Akan Selesai Oktober

Jum'at, 26 Agustus 2016 - 02:05 WIB
Proses Pembayaran Lahan...
Proses Pembayaran Lahan Bandara NYIA Akan Selesai Oktober
A A A
YOGYAKARTA - Masyarakat terdampak bandar udara New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan diberi kesempatan selama setahun untuk relokasi. Waktu tersebut diberikan kepada warga terdampak setelah tanah ataupun tempat tinggalnya digunakan sebagai lokasi bandara baru pengganti Bandara Adisutjipto.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengklaim, saat ini progres persiapan bandara NYIA semakin positif. Perkembangan bandara baru berada di jalur meski ada beberapa kemunduran. Seperti penundaan jadwal pembayaran ganti rugi lahan dari pertengahan Agustus 2016 menjadi pertengahan September 2016.

"Namun kami berharap ini dapat berjalan lancar," ujarnya saat gathering dengan media, Kamis (25/8/2016).

Menurutnya, mundurnya jadwal pembayaran ganti rugi lahan karena masyarakat mengacu kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34/2016 tentang Pajak Penghasilan

Atas Penghasilan dari Pengalihan Hak Atas Tanah dan atau Bangunan berpihak kepada masyarakat. PP menjadi dasar pembebasan pajak bagi warga terdampak pembangunan bandara atas pajak penghasilan (PPh).

Dan pemberlakuan Perpres tersebut mulai setelah 30 hari atau pada pertengahan September mendatang. Sehingga penundaan ini sejalan dengan kebijakan tersebut.

Bila tidak ada aral merintang, maka proses pembayaran akan selesai tanggal 6 Oktober 2016 mendatang. Selanjutnya, proses diteruskan hingga groundbreaking atau peletakkan batu pertama. Karena belum ada kejelasan pula, maka dirinya juga tidak bisa memastikan kapan ground breaking oleh Presiden Joko Widodo dilaksanakan.

Untuk pembebasan lahan tersebut, PT Angkasa Pura I akan merogoh kocek sebesar Rp4,1 triliun. Sementara total investasi yang dihabiskan dalam program pembangunan NYIA ini akan mencapai Rp9 triliun. Dana tersebut memungkinkan untuk berubah karena konsep NYIA adalah City Airport di mana kemungkinan penambahan fasilitas penunjang bisa saja terjadi.

"Investasi kami cukup besar RP4,1 triliun. Lebih dari PAD (pendapatan asli daerah) Yogyakarta yang hanya Rp3 triliun. Kami menggelontorkan dana besar hanya untuk lima desa di satu kecamatan," selorohnya.

Rencananya, nilai Rp4,1 triliun tersebut akan digunakan untuk membebaskan 3.883 bidang tanah seluas 587,2 hektare. Jumlah tersebut juga kemungkinan bertambah karena luas area yang dibebaskan belum termasuk dari sisa bidang tanah yang tidak bisa digunakan tetapi belum dibebaskan Angkasa Pura I. Sementara berapa jumlah Kepala Keluarga yang terdampak, ia mengaku tidak hapal.

Operational Proyek NYIA dari Angkasa Pura I, Eko Bambang mengatakan, bagi masyarakat yang terdampak Bandar NYIA memang harus pindah. Namun pihaknya tidak akan serta merta memindahkan warga terdampak.

Meski sebetulnya PT Angkasa Pura I tidak diberi tenggat waktu khusus untuk memindahkan warga terdampak, tetapi pihaknya memberi kesempatan selama setahun jika warga yang menginginkan relokasi."Kami beri tenggat memang setahun. Tetapi kami tidak akan masif," ujarnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bandara Apresiasi Konsumen...
Bandara Apresiasi Konsumen Setia, Mobil Listrik Jadi Hadiah Loyalitas
Waktu Tempuh Jauh Lebih...
Waktu Tempuh Jauh Lebih Singkat, Kereta Bandara YIA jadi Alternatif Menarik
Dihiasi Banyak Karya...
Dihiasi Banyak Karya Seni, Yogyakarta International Airport Sangat Instagramable
Terminal A Bandara Adisutjipto...
Terminal A Bandara Adisutjipto Jogja Kembali Beroperasi
Kereta Bandara Internasional...
Kereta Bandara Internasional Yogyakarta Beroperasi Agustus, Segini Tarifnya
Bukan dari Pajak, Proyek...
Bukan dari Pajak, Proyek Pendukung Bandara NYIA Dibangun Pakai Sukuk Negara
Berita Terkini
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
19 menit yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
29 menit yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
32 menit yang lalu
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
2 jam yang lalu
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
3 jam yang lalu
Marketing CoE Danantara,...
Marketing CoE Danantara, Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center
4 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved