BI Hati-hati Cermati Soal Rencana Kenaikan Suku Bunga AS
Jum'at, 26 Agustus 2016 - 15:15 WIB
BI Hati-hati Cermati Soal Rencana Kenaikan Suku Bunga AS
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan, bakal mencermati pernyataan The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang baru saja menggelar rapat kemarin waktu setempat untuk membahas mengenai kebijakan moneter. Beberapa pejabat Fed menggunakan kesempatan itu untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan AS alias Fed rate.
Seperti diketahui Fed masih terlihat ragu untuk menaikkan suku bunga acuan secara bertahap pada tahun ini, sehingga menimbulkan ketidakpastian dalam pasar saham dunia termasuk negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini juga dicermati oleh BI dengan sikap hati-hati.
"Saya sendiri belum mendengar statementnya, tapi kita harus mencerna secara hati-hati nanti ke depannya akan seperti apa," kata Juda di Jakarta, Jumat (26/8/2016).
BI sendiri menyakini Fed akan kembali menaikkan suku bunga atau Fed rate setidaknya sekali lagi dalam tahun ini. Meski begitu dia menerangkan Fed juga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan negaranya yang belum pulih benar hingga saat ini bahkan hingga tahun depan.
"Kita sih melihatnya mereka (The Fed) akan menaikkan sekali saja. Ya antara September hingga Desember lah. Tapi kemungkinan besar akan sekali saja," pungkas dia.
Seperti diketahui Fed masih terlihat ragu untuk menaikkan suku bunga acuan secara bertahap pada tahun ini, sehingga menimbulkan ketidakpastian dalam pasar saham dunia termasuk negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini juga dicermati oleh BI dengan sikap hati-hati.
"Saya sendiri belum mendengar statementnya, tapi kita harus mencerna secara hati-hati nanti ke depannya akan seperti apa," kata Juda di Jakarta, Jumat (26/8/2016).
BI sendiri menyakini Fed akan kembali menaikkan suku bunga atau Fed rate setidaknya sekali lagi dalam tahun ini. Meski begitu dia menerangkan Fed juga harus mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan negaranya yang belum pulih benar hingga saat ini bahkan hingga tahun depan.
"Kita sih melihatnya mereka (The Fed) akan menaikkan sekali saja. Ya antara September hingga Desember lah. Tapi kemungkinan besar akan sekali saja," pungkas dia.
(akr)
Lihat Juga :