Darmin Tak Masalah Pemotongan Dana Transfer ke Daerah Bengkak

Jum'at, 02 September 2016 - 15:22 WIB
Darmin Tak Masalah Pemotongan...
Darmin Tak Masalah Pemotongan Dana Transfer ke Daerah Bengkak
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, membesarnya pemotongan dana transfer ke daerah menjadi Rp72,9 triliun, atau meningkat dari rencana awal Rp68,8 triliun tidak akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. Dia menerangkan hal ini tidak bisa dibandingkan secara langsung.

"Ya pertumbuhan GDP itu ya ada hubungannya dengan pengeluaran pemerintah. Tetapi tidak satu banding satu (1:1), tidak ada hubungannya kalau ini turun, dia turun gitu kan. Karena tergantung lagi investasi kita bagaimana," kata Darmin di kantornya, Jumat (2/9/2016).

(Baca Juga: Sri Mulyani Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Darmin Pede Capai 5,2%)

Seperti diketahui sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperbesar memperbesar porsi pemangkasan anggaran belanja negara tahun ini, dari rencana awal sebesar Rp133,8 triliun menjadi Rp137,6 triliun. Dipastikan Anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang semula direncanakan dipotong Rp65 triliun dikurangi menjadi Rp64,7 triliun.

Sedangkan pemangkasan anggaran transfer ke daerah, yang sebelumnya akan dihemat Rp68,8 triliun justru dinaikan menjadi Rp72,9 triliun. Menanggapi hal ini, Menko Darmin menerangkan laju product domestic bruto (PDB) Indonesia tidak akan terganggu.

Lebih lanjut dia menerangkan pertumbuhan ekonomi tidak dipengaruhi oleh satu faktor saja melainkan banyak faktor. Di antaranya ada konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, investasi, serta ekspor dan impor.

Menurutnya jika salah satu turun, misalnya pengeluaran pemerintah, namun sepanjang realisasi investasinya baik, maka tidak akan menganggu. "Kalau investasi kita baik, itu tidak mesti ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan. Tapi kalau semuanya turun, ya jelas saja ada pengaruhnya ke pertumbuhan," tutupnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sebut Kementerian Luhut...
Sebut Kementerian Luhut Layak Dibubarkan, Ekonom Indef Dinilai Cuma Genit
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Rakernas KPPI Dorong...
Rakernas KPPI Dorong Kementerian PPPA Jadi Kementerian Koordinator
Kolaborasi Penguatan...
Kolaborasi Penguatan Kearifan Lokal Demi Tingkatkan Nilai Ekonomi Kreatif
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
3 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
23 menit yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
9 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
9 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
9 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
9 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved