Analis: Optimisme BI terhadap Ekonomi Akan Dongkrak Rupiah
Jum'at, 02 September 2016 - 15:55 WIB
Analis: Optimisme BI terhadap Ekonomi Akan Dongkrak Rupiah
A
A
A
JAKARTA - Research Analyst FXTM (Forextime) Lukman Otunuga mengatakan, rasa optimisme Bank Indonesia (BI) terkait pertumbuhan ekonomi dalam negeri akan memberikan dampak positif terhadap pergerakan rupiah.
"Pandangan optimistis Bank Indonesia tentang pertumbuhan ekonomi di masa depan meningkatkan sentimen terhadap Indonesia dan dapat memberi pengaruh positif pada rupiah di jangka yang lebih panjang," kata Lukman dalam risetnya di Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Diketahui, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional 2017 meningkat dari 5,1% menjadi 5,5% karena adanya langkah kebijakan yang mendukung arus masuk modal dan reshuffle kabinet.
Sementara itu, sebagian besar mata uang Asia melemah pekan ini lantaran data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang baik memperkuat ekspektasi peningkatan suku bunga Fed tahun ini. Rupiah juga melemah terhadap USD atau sekitar level Rp13.266/USD.
Menguatnya USD lantaran adanya harapan peningkatan suku bunga ini tidak hanya menekan rupiah, tapi juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rentan melemah.
"Walaupun rupiah dapat semakin melemah jangka pendek, prospek Indonesia secara umum tetap optimistis, sehingga IHSG seharusnya menguat di jangka waktu yang lebih panjang," papar dia.
Di sisi lain, USD berjaya di pasar finansial pada Rabu. Sebagian besar mata uang melemah terhadap USD setelah rilis angka ketenagakerjaan non pertanian ADP yang kuat atau meningkatkan harapan atas peningkatan suku bunga The Fed tahun ini.
Dia menjelaskan, sektor ketenagakerjaan AS berulang kali menampilkan ketangguhannya di tengah ketidakpastian global, sehingga salah satu syarat peningkatan suku bunga The Fed tahun ini pun terpenuhi.
"Minggu ini menggembirakan untuk USD. Rangkaian data ekonomi yang positif dapat mendorong investor bullish untuk mengantarkan USD menjadi lebih tinggi lagi karena optimisme bahwa Fed akan mengambil langkah kebijakan yang diharapkan," jelas Lukman.
Menurutnya, walaupun ada wacana bahwa akan diadakan rapat live untuk meningkatkan suku bunga AS pada bulan ini, sepertinya terlalu mendadak dan ada kemungkinan The Fed akan mencerna terlebih dahulu rilis data positif untuk mendukung kenaikan suku bunga pada Desember.
Dia menilai, semakin besarnya fokus pada data AS sebagai faktor penentu peningkatan suku bunga, perhatian pasar akan terpusat pada laporan ketenagakerjaan non pertanian (NFP) hari ini.
"Apabila NFP Agustus melampaui ekspektasi, Fed mendapat alasan yang semakin kuat untuk mengambil langkah pada Desember," ungkapnya.
"Pandangan optimistis Bank Indonesia tentang pertumbuhan ekonomi di masa depan meningkatkan sentimen terhadap Indonesia dan dapat memberi pengaruh positif pada rupiah di jangka yang lebih panjang," kata Lukman dalam risetnya di Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Diketahui, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional 2017 meningkat dari 5,1% menjadi 5,5% karena adanya langkah kebijakan yang mendukung arus masuk modal dan reshuffle kabinet.
Sementara itu, sebagian besar mata uang Asia melemah pekan ini lantaran data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang baik memperkuat ekspektasi peningkatan suku bunga Fed tahun ini. Rupiah juga melemah terhadap USD atau sekitar level Rp13.266/USD.
Menguatnya USD lantaran adanya harapan peningkatan suku bunga ini tidak hanya menekan rupiah, tapi juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rentan melemah.
"Walaupun rupiah dapat semakin melemah jangka pendek, prospek Indonesia secara umum tetap optimistis, sehingga IHSG seharusnya menguat di jangka waktu yang lebih panjang," papar dia.
Di sisi lain, USD berjaya di pasar finansial pada Rabu. Sebagian besar mata uang melemah terhadap USD setelah rilis angka ketenagakerjaan non pertanian ADP yang kuat atau meningkatkan harapan atas peningkatan suku bunga The Fed tahun ini.
Dia menjelaskan, sektor ketenagakerjaan AS berulang kali menampilkan ketangguhannya di tengah ketidakpastian global, sehingga salah satu syarat peningkatan suku bunga The Fed tahun ini pun terpenuhi.
"Minggu ini menggembirakan untuk USD. Rangkaian data ekonomi yang positif dapat mendorong investor bullish untuk mengantarkan USD menjadi lebih tinggi lagi karena optimisme bahwa Fed akan mengambil langkah kebijakan yang diharapkan," jelas Lukman.
Menurutnya, walaupun ada wacana bahwa akan diadakan rapat live untuk meningkatkan suku bunga AS pada bulan ini, sepertinya terlalu mendadak dan ada kemungkinan The Fed akan mencerna terlebih dahulu rilis data positif untuk mendukung kenaikan suku bunga pada Desember.
Dia menilai, semakin besarnya fokus pada data AS sebagai faktor penentu peningkatan suku bunga, perhatian pasar akan terpusat pada laporan ketenagakerjaan non pertanian (NFP) hari ini.
"Apabila NFP Agustus melampaui ekspektasi, Fed mendapat alasan yang semakin kuat untuk mengambil langkah pada Desember," ungkapnya.
(izz)
Lihat Juga :