Wall Street Menguat Pascadata Laporan Gaji Pekerja AS

Sabtu, 03 September 2016 - 10:26 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Pascadata Laporan Gaji Pekerja AS
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir menguat, karena laporan gaji yang lebih lemah dari perkiraan pasar. Padahal hal laporan tersebut akan dijadikan alasan The Fed menaikkan suku bunga, meskipun komentar hawkish dari pejabat Fed lain terus adanya harapan untuk tahun ini.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (3/9/2016), Indeks Dow Jones industrial average naik 72,66 poin atau 0,39% ke level 18.491,96, Indeks S&P 500 naik 9,12 poin atau 0,42% ke level 2.179,98 dan Indeks Nasdaq Composite menambahkan 22,69 poin atau 0,43% ke level 5.249,90.

Data nonfarm payrolls AS naik 151.000 pekerjaan pada Agustus setelah 275.000 peningkatan direvisi naik pada Juli, dengan terjadi PHK di bidang manufaktur dan konstruksi, kata Departemen Tenaga Kerja. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan payrolls naik sebanyak 180.000 bulan lalu.

Probabilitas kenaikan suku bunga Fed pada bulan ini dipangkas menjadi 21% dari sebelumnya 24%, sesuai dengan program FedWatch CME Group. Namun, peluang untuk tarif pada Desember naik tipis menjadi 54,2% dari hari sebelumnya 53,6%.

"Orang-orang mengambil sedikit lega bahwa itu bukan cetak 200.000-plus, tentu di pasar ekuitas," kata Sean Lynch, co-kepala strategi ekuitas global pada Wells Fargo Investment Institute di Omaha.

"Pasar ekuitas akan memberikan Fed setidaknya satu tingkat kenaikan tetapi jika mereka mulai merasakan serangkaian kenaikan datang lebih cepat daripada nanti, yaitu ketika pasar ekuitas akan mendapatkan sedikit gugup di sini," imbuhnya.

Meskipun laporan Presiden Richmond Federal Reserve Bank Jeffrey Lacker yang mengatakan ekonomi AS tampaknya cukup kuat untuk menjamin tingkat suku bunga secara signifikan lebih tinggi. Lacker berpendapat bahwa berbagai analisis ekonomi menunjukkan bunga overnight acuan Fed terlalu rendah.

Beberapa pejabat Fed telah membuat komentar hawkish tentang kenaikan suku bunga dalam beberapa pekan terakhir, meninggalkan investor tidak dapat mengesampingkan kemungkinan peningkatan pada pertemuan bank sentral berikutnya yang dijadwalkan pada 20-21 September.

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, bangkit kembali setelah menyentuh level terendah dalam satu pekan untuk perdagangan naik 0,22%.

Untuk pekan ini, baik Dow dan S & P 500 masing-masing naik 0,5% 0,6%. Sektor energi naik 0,8% membantu kenaikan laju harga minyak baik WTI dan Brent yang ditutup naik 3% tapi harga minyak mentah pekan ini masih berakhir dengan kerugian tajam di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan.

Saham Lululemon Athletica (LULU.O) turun 10,6% dan menjadi hari terburuk sejak awal Desember menjadi USD68,57. Saham Broadcom (AVGO.O) turun 2,2% menjadi USD173,11 setelah pendapatan pembuat chip ini di segmennya terbesar terhenti pada kuartal terakhir. saham itu menjadi hambatan terbesar pada S & P dan Nasdaq.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
26 menit yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved