Indonesia Manfaatkan KTT ASEAN Perkuat Ekonomi Kawasan

Selasa, 06 September 2016 - 22:34 WIB
Indonesia Manfaatkan...
Indonesia Manfaatkan KTT ASEAN Perkuat Ekonomi Kawasan
A A A
VIENTIANE - Indonesia menjadikan KTT ASEAN ke-28 dan 29 yang berlangsung selama tiga hari di Laos (6-8 September 2016) sebagai momentum memperkuat kebersamaan di kawasan. Salah satunya upaya peningkatan kerja sama perdagangan antar negara-negara ASEAN.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dalam KTT ini, pihaknya yang hadir dalam ASEAN Business and Investment, menegaskan pentingnya penguatan kerja sama perdagangan antar negara anggota.

"ASEAN harus tetap solid begitu pula Masyarakat Ekonomi ASEAN yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Dengan demikian maka posisi tawar kita musti akan lebih," ujarnya di Hotel Don Chan Palace, Vientiane, Laos, Senin (5/9/2016).

Menurut Enggar, globalisasi tidak bisa dibendung sehingga Indonesia harus bisa memanfaatkan keterbukaan dalam kawasan ASEAN. Pihaknya mengatakan ingin membuat rencana untuk mempunyai daya saing dalam keterbukaan ASEAN.

"Kami sedang lakukan kajian dan dalam proses. Setelah kajian matang, kami akan putuskan. Jadi kami berkeinginan kita harus ekspansi," ungkapnya.

Dalam KTT ASEAN ini juga, lanjut Mendag, Indonesia memanfaatkan waktu untuk berbicara dengan dunia usaha dari kalangan anggota ASEAN. (Baca: Jokowi Serukan Penguatan Kerja sama Ekonomi ASEAN)

"Tadi kami bertemu dengan pengusaha Laos, yang sementara ini impor barang dari Indonesia melalui Thailand. Karena itu biaya mereka menjadi tinggi. Kita tidak dapat keuntungan dengan harga yang tinggi itu. Kan ini jadi penghambat, volume ekspor turun. Mereka minta dibuka akses langsung," bebernya.

Atas permintaan itu, Mendag menyampaikan akan ada suatu kegiatan expo yang dilakukan pada tanggal 12-16 Oktober mendatang, dengan menggandeng KBRI di Laos. Termasuk dari atase perdagangan dengan kantor Kementerian Perdagangan, dimana terjalin pertemuan antara pengusaha dan industriawan Indonesia dan Laos. Dengan demikian, hubungan bilateral antara pengusaha dapat tercipta.

Pasalnya, kata Enggar, Laos merupakan salah satu pasar yang masih terbuka lebar. Ia pun bercerita soal perjalanan menuju ke Laos, banyak pengusaha negara tersebut ingin menjalin kerja sama lebih erat. Termasuk pengusaha gula dan beras, dimana Indonesia mengimpor dari mereka.

Meski demikian, Indonesia tidak akan meninggalkan mitra lamanya Thailand dalam membuka akses perdagangan langsung ke Laos. "Saya sudah sampaikan bahwa kami akan membuka pasar langsung. Agak terkejut mereka (Thailand) dan bilang supaya mereka jangan ditinggalkan," jelasnya.

Atas permintaan itu, Mendag menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan meninggalkan siapapun, sejauh harga kompetitif dan tidak menekan harga.

"Jangka panjangnya, saya mengajak mereka untuk investasi ke Indonesia, kerja sama dengan pengusaha Indonesia, gula dan sebagainya," ungkapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved