Neraca Transaksi Berjalan di Bawah 3%, Tren Ekspor Impor Sehat

Senin, 12 September 2016 - 14:24 WIB
Neraca Transaksi Berjalan...
Neraca Transaksi Berjalan di Bawah 3%, Tren Ekspor Impor Sehat
A A A
JAKARTA - Kendati neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus yang tidak terlalu besar hingga kuartal II 2016, namun Bank Indonesia (BI) melihat ini menunjukkan tren yang sehat. Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, neraca transaksi berjalan atau ekspor impor barang dan jasa, saat ini angkanya masih di kisaran 2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

BI terus menjaga agar neraca transaksi berjalan tetap pada koridornya dan tidak tertekan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia dan global yang belum begitu membaik.

"Masih berada di bawah tiga persenan untuk neraca perdagangan, namun BI melihat ekspor impor barang dan jasa alias transaksi berjalan ini suatu angka yang relatif sehat. Kita sudah di kuartal pertama dan kedua, angkanya sekitar dua persen dari PDB. Jadi tidak mengkhawatirkan," kata Mirza di Gedung Bank Indonesia, Senin (12/9/2016).

Selain itu, BI melihat imbas dari inflasi juga sangat baik, dimana sekarang angkanya sudah di bawah 3% (year on year).

"Ini yang menjadi latar BI kemarin melonggarkan kebijakan moneter karena memang angka-angka makro pada situasi ini relatif sehat," kata Mirza.

Tak hanya itu, terkait anggaran, Pemerintah sudah melakukan aksi untuk penyehatan anggaran dengan mencegah defisit anggaran tidak melonjak dan melakukan penyehatan anggaran.

"Itu suatu tindakan yang positif sehingga stabiliats terjaga. Yang penting kalau stabiliats kurs dan ekonomi terjaga maka sektor usaha bisa lakukan perbaikan dan nantinya bisa rekrutmen tenaga kerja," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Beber Tiga Tantangan...
BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Bos BI Sebut Inflasi...
Bos BI Sebut Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
BI Buka Ruang Penurunan...
BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Jelang Hari Raya Iduladha,...
Jelang Hari Raya Iduladha, BI Perwakilan Jakarta Pastikan Harga Pangan Terkendali
Buat Bayar Utang, Cadangan...
Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD133,1 Miliar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved